REKONSTRUKSI TRADISI PAGELARAN WAYANG KULIT DALAM MASYARAKAT ISLAM JAWA : KAJIAN FENOMENOLOGIES ATAS GERAKAN DAN PEMIKIRAN KOMUNITAS PEDULI WAYANG KULIT GAGRAG JAWA TIMURAN

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Suparno, Suparno (2014) REKONSTRUKSI TRADISI PAGELARAN WAYANG KULIT DALAM MASYARAKAT ISLAM JAWA : KAJIAN FENOMENOLOGIES ATAS GERAKAN DAN PEMIKIRAN KOMUNITAS PEDULI WAYANG KULIT GAGRAG JAWA TIMURAN. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (689kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (147kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (173kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (369kB) | Preview
[img] Text
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (291kB)
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (316kB)
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (292kB)
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (202kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (162kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berawal dari kegelisahan akademik penulis tentang pemikiran tradisional-Islam, khususnya berbasis pada kebudayaan Jawa yang minim keterlibatan akademisi. Salah bentuk kebudayaan Jawa yang memiliki catatan historis yang kuat terhadap Islam adalah Seni Wayang Kulit. Jika ditelisik dari kesejarahan, wayang Kulit yang kita jumpai saat ini adalah maha karya Wali Songo, yang dimanfaatkan untuk penyebaran Islam di tanah Jawa. Dan terbukti berhasil mampu menyedot perhatian masyarakat jawa untuk masuk Islam. Namun, pada saat ini, Islam sudah menjadi agama mayoritas malahan sebagian kelompok melakukan penolakan terhadap tradisi ini. Bahkan mengharamkannya karena bertentangan dengan aqidah dan syari’ah Islam. Belakangan ini penulis menjumpai ada sebuah kominitas yang memperjuangkan tradisi wayang untuk tetap eksis dan dapat diterima oleh semua kalangan, karena kelompok ini meyakini bahwa wayang kulit adalah warisan Wali Songo yang harus dilestarikan. Oleh sebab itu, penulis mengangkat sebuah penelitian terhadap komunitas ini.
Penelitian ini, mengambil rumusan masalah; 1). Bagaimanakah Konsep Rekontruksi tradisi pagelaran wayang kulit menurut Komunitas ini?, 2). Apa saja upaya yang dilakukan komunitas ini dalam me-rekonstruksi tradisi Pagelaran Wayang Kulit Gragag Jawa Timuran?. Penelitian ini adalah penelitian deskiftif-kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologis. Dari hasil penelitian ini penulis mengambil kesimpulan; 1). Konsep Rekonstruksi tradisi pagelaran wayang kulit menurut Komunitas ini adalah pertama, tradisi wayang kulit harus diwujudkan selaras dengan ajaran Islam, bukan lahan maksiat dan pengaburan aqidah. Dengan membongkar kembali historisitas pembentukan wayang kulit dan peran Wali Songo dalam membentuk pola pagelaran wayang serta elemen-elemennya yang dijumpai dan berlaku hingga zaman modern ini. Kedua, mengembalikan wayang kulit sebagaimana fungsinya. Selain sebagai sarana hiburan juga sebaga sarana penyampaian pesan moral dan syiar Islam yang membimbing masyarakat menuju jalan yang sesuai dengan syariat bukan malah menyesatkan. Ketiga, mengkonstruk kembali isi dan alur cerita wayang yang landasan historisnya tidak tepat, memaknai ulang tokoh dan lakon dalam pewayangan sesuai dengan yang telah ditentukan empunya wayang yakni Wali Songo. 2) Upaya yang dilakukan komunitas ini dalam me-rekonstruksi tradisi Pagelaran Wayang Kulit Gagrag Jawa Timuran adalah pertama, melakukan diskusi, sarasehan dengan berbagai narasumber seperti Dalang, Budayawan, Kyai (yang mendukung maupun yang menolak tradisi wayang), akademisi dan para peminat dan pemerhati wayang. Dari pertemuan ini diharapkan terbentuknya pemahaman baru dan cara pandang baru terhadap tradisi wayang kulit. Yang kemudian berujung pada penerimaan dan tanggungjawab bersama atas kelestarian dan eksistensi wayang kulit terhadap masyarakat Islam khususnya. Kedua, melakukan pagelaran wayang percontohan yang bernuansa Islami. Menampilkan lakon dan isi cerita yang sesuai dengan landasan Islam. Yang diawali dengan istighosah dan mujahadah, ada pembacaan ayat suci Al-Quran di awal pembukaan dan dalam pementasan oleh Dalang, diiringi dengan tembang sholawat dan syair-syair yang memiliki muatan nilai keislaman dan diwaktu yang tepat tidak terlalu lama. Diharapakan dari pagelaran percontohan ini mampu mengispirasi para dalang dan mengikis pandangan negatif tentang tradisi wayang. Ketiga, terus mengupayakan dan membenahi konsep cerita, lakon dan syair-syair yang meiliki landasan yang tepat dan sesuai dengan ajaran Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Zainul Arifin
Creators:
CreatorsEmailNIM
Suparno, SuparnoUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Kebudayaan
Masyarakat Islam
Keywords: Wayang Kulit; Islam Jawa; Gagrag Jawa Timuran
Divisions: Program Magister > Filsafat Agama
Depositing User: Editor : Ummir Rodliyah------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 13 Feb 2015 04:01
Last Modified: 13 Feb 2015 04:01
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/782

Actions (login required)

View Item View Item