Tinjauan hukum Islam terhadap penanggung jawab keamanan pengangkutan kayu dengan kapal sewaan di PT. Mega Jaya Pelabuhan Gresik Jatim

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Aziz, Warham Abd. (2009) Tinjauan hukum Islam terhadap penanggung jawab keamanan pengangkutan kayu dengan kapal sewaan di PT. Mega Jaya Pelabuhan Gresik Jatim. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (396kB) | Preview
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (89kB)
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (81kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 1.pdf

Download (156kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 2.pdf

Download (217kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 3.pdf

Download (156kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 4.pdf

Download (142kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 5.pdf

Download (97kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar pustaka.pdf

Download (124kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research) tentang Tinjauan Hukum Islam dan Terhadap Penanggung Jawab Keamanan Pengangkutan Kayu dengan Kapal Sewaan di PT. Mega Jaya Pelabuhan Gresik Jatim. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai, bagaimana deskripsi tentang penanggung jawab keamanan penggangkutan kayu di PT. Mega Jaya? Dan bagaimana prespektif Hukum Islam terhadap penanggung jawab keamanan pengangkutan kayu dengan kapal sewaan di PT. Mega Jaya? Metode analisis data ini bersifat deduktif yakni mengumpulkan dan menganalisis teori-teori, dalil-dalil atau pengetahuan yang bersifat umum, kemudian disimpulkan menjadi kesimpulan khusus untuk mengetahui dasar hukum pelaksanaan operasional pengangkutan di PT. Mega Jaya Pelabuhan Gresik Jatim ditinjau dari prespektif hukum islam. Adapun hasil temuan yang diperoleh dalam penelitian karya ilmiah ini tentang suatu perjanjian dari pengangkutan atau sistem perjanjian pertangungjawaban pengangkutan barang/kayu antara para pihak pengirim, pihak penyelenggara pengangkutan, dan pemilik barang, yang sama-sama saling mengikatkan diri untuk menyelenggarakan pengankutan kayu, yang hanya berdasarkan atas kehendak atau inisiatip dari masing-masing pihak. Yang dalam sistem perjanjian tersebut, pihak penggirim jika di perairan laut Kalimantan, bertanggung atas keamanan kayu yang diangkut, jika terjadi penanggkapan atau penyitaan oleh pihak angkatan laut, atau pihak kepolisian. Sedangkan di pihak penyelenggara pengangkutan, bertangungjawab apabila terjadi resiko yang sama, seperti yang dialami pihak pengirim tersebut apabila terjadi di perairan laut jawa. Sedangkan pihak pemilik barang berada di posisi tengah atau bertanggungjawab terhadap keduanya baik itu dipihak penggirim, atau pihak penyelenggara pengangkutan. Kesimpulan dari hasil penelitian yang diperoleh ternyata perjanjian tersebut diatas bertantangan dengan peraturan penyelenggaraan pengangkutan barang/kayu seperti yang telah diatur dalam Hukum Islam Yakni, yang berhak bertangungjawab adalah pihak penyelenggara pengangkutan. tetapi Hukum Islam memberikan pengecualian, kepada pihak pengangkut untuk tidak bertanggung jawab atas barang tersebut apabila ada unsur kesengajaan atau kelalaian dan malaptaka yang tidak dapat dihindarkan diluar kemampuan mereka. Saran penulis adalah agar kiranya PT. Mega Jaya tidak lagi menggunakan perjanjian tersebut, dan kembali pada peraturan hukum yang sebenarnya tentang penanggungjawab terhadap resiko dalam penyelenggaraan penggangkutan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Aziz, Warham Abd.UNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Sewa
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; Tanggungjawab; Sewa
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 31 Oct 2009
Last Modified: 15 Nov 2018 03:25
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/7741

Actions (login required)

View Item View Item