PERANAN K. ABDUR RAHIM DALAM MEMBENDUNG PERTIKAIAN “CAROK” DI DESA CANGKARMAN KONANG BANGKALAN MADURA

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Zaini, M. (2014) PERANAN K. ABDUR RAHIM DALAM MEMBENDUNG PERTIKAIAN “CAROK” DI DESA CANGKARMAN KONANG BANGKALAN MADURA. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (234kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (37kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (37kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (75kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (83kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (84kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (90kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (45kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (239kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil lapangan dengan pendekatan kualitatif untuk menjawab pertanyaan : 1) Bagaimana peranan kyai Abd Rahim Dalam Membendung pertikaian Carok di Desa Cagkarman Konang Bangkalan, 2) Bagaimana sejarah “Carok”, 3) Bagaimana pendapat Masyarakat terhadap Carok di zaman klasik dan modern.
Dalam pendekatannya penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi karena dalam penulisan ini menggunakan salah satu ilmu bantu sosial yang berupa ilmu sosiologi dalam menganalisis sejarah.
peneliti juga menggunakan konsep pendekatan psikologi sosial. Carok dapat dilihat sebagai fakta orang Madura cenderung mengartikan setiap bentuk kekerasan (baik yang berakhir dengan kematian atau tidak) yang dilakukan oleh orang Madura sebagai Carok.
Carok populer di kalangan orang Madura yaitu masa pemerintahan belanda yang sebelumnya Pada abad ke-12 M, zaman kerajaan Madura saat dipimpin Prabu Cakraningrat dan abad 14 di bawah pemerintahan Jokotole, istilah Carok masih belum dipahami. Bahkan pada masa pemerintahan Penembahan Semolo, putra dari Bindara Saud putra Sunan Kudus di abad ke-17 M tidak ada istilah Carok. Akan tetapi, pada abad ke 18 M Setelah Pak Sakera tertangkap dan dihukum gantung di Pasuruan, Jawa Timur, orang-orang bawah mulai berani melakukan perlawanan pada penindas. Senjatanya adalah Celurit.
Hasil analisa deskriptif dapat terungkap bahwa : 1) peran kiai Abdur Rahim di anggap sangat memumpuni oleh masyarakat dalam menyelesaikan pertikaian Carok yang terjadi di desa cangkarman konang bangkalan. Karena dia tergolong kiai muda, memiliki wawasan yang luas dan karismatik/kewibawaan yang sangat bagus. 2) pendapat Masyarakat pada umunya menginginkan Carok tidak terjadi yang sekian kalinya, dikarenakan banyak merugikan banyak golongan seperti ungkapan orang Madura “ Mon Acarok Ta’ Kerah Mareh Petto’ Turunan” artinya kalau orang melakukan Carok tidak akan selesai perselisihannya sampai tujuh turunan. Biarpun ada peran Kiai di dalamnya. Maka dari itu Masyarakat ingin supaya Carok tidak menjadi jalan keluarnya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Abdul Aziz
Creators:
CreatorsEmailNIM
Zaini, M.UNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Budaya - Agama
Kebudayaan > Kebudayaan Islam
Keywords: Carok; Kebudayaan; Masyarakat
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Editor : Rini Wahyuningsih------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 29 Jan 2015 09:01
Last Modified: 29 Jan 2015 09:01
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/74

Actions (login required)

View Item View Item