Pandangan Greg Barton tentang Islam Liberal dan Eksistensi Politik Islam di Indonesia: studi pemikiran Nurcholis Madjid Dan Abdurrahman Wahid

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Syafi'i, M. (2009) Pandangan Greg Barton tentang Islam Liberal dan Eksistensi Politik Islam di Indonesia: studi pemikiran Nurcholis Madjid Dan Abdurrahman Wahid. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
M. Syafií_C33205011.pdf

Download (830kB)
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/7232

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian kepustakaan yang dilatarbelakangi oleh pandangan Greg Barton tentang Islam liberal dan eksistensi politik Islam di Indonesia. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan bagaimanakah pemikiran Nurcholis Madjid (Cak Nur) tentang islam liberal dan eksistensi politik islam di Indonesia menurut Greg Barton, dan bagaimana pemikiran Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang islam liberal dan eksistensi politik Islam di Indonesia. Data penelitian dihimpun melalui pembacaan dan kajian teks (text reading) terhadap data-data yang berkaitan dengan permasalahan, dan selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif-analitis. Yakni menggambarkan data tentang pemikiran Cak Nur dan Gus Dur tentang Islam liberal di Indonesia yang diamati oleh Greg Barton, dan eksistensi politik Islam di Indonesia secara sistematis, faktual dan akurat, kemudian menganalisa data tersebut mengkorelasikan dengan pandangan-pandangan pengamat Islam lainnya. Dan pola pikir yang digunakan adalah pola pikir deduktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pandangan Greg Barton mengenai Islam liberal dan eksistensi politik Islam di Indonesia adalah berangkat dari hasil penelitiannya terhadap tokoh-tokoh Islam liberal yang ada di Indonesia, diantaranya adalah Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid, yang kedua tersebut merupakan sample tokoh Islam liberal yang concern dan konsisten dalam pemikirannya terhadap Islam.Pemikiran kedua tokoh tersebut adalah berada pada jalur liberal, Cak Nur menggunakan metode Double Movement dalam kerangka berpikirnya, sedangkan Gus Dur menggunakan pendekatan sosio kultural. Cak Nur dikenal dengan sekularisasinya, sedangkan Gus Dur dikenal dengan pluralismenya. Pemikiran keduanya oleh Greg Barton digambarkan dengan beberapa karya tulis yang menggambarkan sisi sekularnya bagi Cak Nur, dan sisi pluralnya bagi Gus Dur. Dalam kaitannya terhadap eksistensi politik Islam di Indonesia, Greg Barton memandang bahwa runtuhnya Masyumi era Cak Nur, merupakan dampak dari pemikiran liberal Cak Nur dalam memahami Islam. Selain itu muncul nilai pluralitas yang tinggi di masyarakat, yang juga merupakan bagian dari pemikiran Islam liberal, hal ini dilakukan oleh Gus Dur pada masa ia menduduki pucuk pimpinan negara, dan berlangsung lama meskipun ketika Gus Dur lengser. Dalam kaitannya dengan Islam liberal.Maka dari itu sebagai seorang muslim yang baik alangkah lebih indah jika bersatu dalam kebaikan dan berbondong-bondong untuk membantu sama lain, serta bersatu dalam mengembalikan citra Islam agar kembali lebih maju dari apa yang telah diraih oleh Islam pada masa lalu. sebab Islam adalah agama Rahmatan Lil'alamin. Penulis merasa dari hasil peniltian yang dilakukannya perlu ada sebuah kajian lebih lanjut agar mendapatkan suatu informasi yang lebih teruji keotentikannya, baik kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Syafi'i, M.UNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Politik > Politik Islam
Keywords: Greg Barton; Islam Liberal; Politik Islam; Nurcholis Madjid; Abdurrahman Wahid
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Siyasah Jinayah
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 29 Oct 2009
Last Modified: 09 Jul 2019 04:02
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/7232

Actions (login required)

View Item View Item