Tradisi pujian menjelang sholat lima waktu di Mushala Baitul Muttaqin Kelurahan Bangunsari Kecamatan Dolopo Madiun

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Priyanto, Syadhak Arqi (2009) Tradisi pujian menjelang sholat lima waktu di Mushala Baitul Muttaqin Kelurahan Bangunsari Kecamatan Dolopo Madiun. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Cover.pdf

Download (541kB)
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (149kB)
[img] Text
Daftar Isi.pdf

Download (328kB)
[img]
Preview
Text
Bab. i.pdf

Download (139kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab. ii.pdf

Download (135kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab. iii.pdf

Download (187kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab. v.pdf

Download (74kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab. iv.pdf

Download (222kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daf. pustaka.pdf

Download (90kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan yang berusaha menjawab studi kasus yang ada di Kelurahan Bangunsari. Sekitar pengertian dan variasi pujian menjelang salat lima waktu dan bagaimana pengaruh pujian menjelang salat lima waktu terhadap berkembangnya kerohanian religi masyarakat Kelurahan Bangunsari. Data penelitian melalui pengumpulan data lapangan dengan etnografi dan kajian teks dari reverensi dan literature kepustakaan. Selanjutnya analisis penulis dengan teknik fungsionalis stuktural yakni mengambarkan bahwa suatu budaya dapat membentuk masyarakat. Selalu itu kami juga menggunakan dalam penelitian ini juga metode di penelitian hermeneutika gadamerian menafsiri simbol yang berupa teks untuk dicari arti dan maksudnya agar dalam pencarian arti dari pujian tersebut menambah arti dan makna yang lebih luas dan fleksibel. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya pujian sangat berpengaruh aktif bagi keagamaan masyarakat Kelurahan Bangunsari. Karena mereka mengetahui dapat merasakan dengan maksud dan tujuan hidupnya dengan bersumber pada nilai-nilai pujian yang tertanam dalam dirinya, sehingga nyaman, ketenangan jiwa dan kebahagiaan hakiki ia peroleh.,Dengan lantunan nada yang seirama (koor) dan rasa kebersamaan yang tinggi, menjadikan ukuwah islamiyah dan rasa kekeluargaan serta kegotongroyongan yang amat terasa oleh pelaku pujian. Dengan sikap seperti ini mewujudkan rasa transendensi pribadi / personal transcendence. (suatu gelombang, rasa keyakinan, rasa keamanan dan kenyamanan bahkan rasa ekstase, atau kebersatuan dengan sesama orang yang sedang beribadat)
Berdasarkan kesimpulan diatas maka kami menganalisa kepada para pihak yang terkaiat : Pertama, letak penelitian yang berada di Madiun, berada di kawasan Mataraman, dikarenakan tolak ukur semua ini adalah kerajaan Mojopahit yang waktu itu sebagai penguasa agung tanah jawa. Jadi Madiun berada di barat dari arah pusat pemerintahan Mojopahit dan Lebih tepatnya letak studi kasus ini berada di Mataraman Kilenan. Kedua, dari pihak kalangan orang tua sangatah berpengaruh dalam memberi terapi pujian sebagai proses pembelajaran wisata kerohanian. Jadi pujian disini dapat diartikan sebagai wisata kerohanian, penebal mental dalam hidup seorang manusia, atau dapat diartikan sebagai penenang jiwa dalam menghadapi problematika hidup.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Priyanto, Syadhak ArqiUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Kebudayaan
Salat > Salat Safar
Keywords: Kebudayaan Islam; Budaya Kerohanian
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 30 Oct 2009
Last Modified: 20 Dec 2018 04:51
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/7137

Actions (login required)

View Item View Item