RENDAHNYA REALISASI PEMBIAYAAN MUDHARABAH DALAM PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA : STUDI KRITIS ATAS RELEVANSI PERBANKAN SYARIAH TERHADAP MISI GERAKAN EKONOMI ISLAM

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hakim, Abdul (2013) RENDAHNYA REALISASI PEMBIAYAAN MUDHARABAH DALAM PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA : STUDI KRITIS ATAS RELEVANSI PERBANKAN SYARIAH TERHADAP MISI GERAKAN EKONOMI ISLAM. Penelitian Individu.

[img]
Preview
Text
EXECUTIVE SUMMARY LEMLIT 2013 Abdul Hakim, MEI.pdf

Download (190kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini ingin menjawab persoalan tentang bagaimana nilai realisasi dari pembiayaan mudharabah pada perbankan syariah di Indonesia, bagaimana misi dari gerakan ekonomi Islam, serta bagaimana relevansi dari rendahnya realisasi pembiayaan mudharabah dalam perbankan syariah di Indonesia tersebut terhadap misi gerakan ekonomi Islam Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan bersifat kepustakaan (library research). Analisis terhadap data yang ada dilakukan untuk memahami makna atau relevansi yang terkandung di balik angka-angka pembiayaan mudharabah dalam perbankan syariah di Indonesia jika dikaitkan dengan cita-cita gerakan ekonomi Islam. Data menunjukkan bahwa proporsi nilai pembiayaan mudharabah mengalami trend menurun selama sepuluh tahun terakhir Tahun 2004 mencapai 17,95% terus menurun, tahun 2013 hanya mencapai 7,62%. Jika dihitung secara rata-rata selama sepuluh tahun terakhir adalah 14,76 % dari total pembiayaan. Misi gerakan ekonomi Islam secara umum adalah terwujudnya nilai-nilai dasar ajaran Islanm dalam bidang ekonomi. Puncak dari misi tersebut adalah tercapainya kehidupan yang maslahah, kehidupan yang bernilai falah baik di dunia maupun di akhirat. Menjunjung ringgi nilai keadilan, menghindari praktek aniaya, terwujudnya perekonomian yang maju dan bermartabat, serta terciptanya suasana persaudaraan ataupun kerjasama yang kondusif. Misi-misi tersebut kemudian banyak dicanangkan juga sebagai misi oleh lembaga-lembaga keuangan syariah. Ketersediaan pembiayaan atau modal yang memadai terhadap dunia usaha, melalui produk pembiayaan mudharabah oleh perbankan syariah membawa pengaruh yang cukup urgen baik secara mikro maupun makro, yaitu: urgensi yang bersifat mikro antara lain: Memaksimalkan laba. meminimalisir risiko kekurangan modal pada suat usaha. pendayagunaan sumber daya ekonomi. penyaluran kelebihan dana dari yang surplus dana ke yang minus dana. Sedangkan urgensi secara makro adalah: Peningkatan ekonomi umat, tersedianya dana bagi peningkatan usaha, meningkatkan produktivitas dan memberi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan daya produksinya, serta membuka lapangan kerja baru. Urgensi atau manfaat-manfaat tersebut ternyata selaras dengan misi gerakan ekonomi Islam, sehingga dengan demikian dapat dinyatakan bahwa hilang atau berkurangnya manfaat-manfaat tersebut berarti melemahkan cita-cita atau misi gerakan ekonomi Islam. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa perbankan syariah belum optimal dalam mewujudkan misi gerakan ekonomi Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Article
Additional Information: Abdul Hakim
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hakim, AbdulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Mudarabah
Ekonomi Islam
Keywords: Pembiayaan mudharabah; relevansi; misi ekonomi Islam
Divisions: Karya Ilmiah > Laporan Penelitian
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 24 Jun 2016 07:56
Last Modified: 24 Jun 2016 07:56
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/7013

Actions (login required)

View Item View Item