Al Qira’at Al Shadhah dan Pengaruhnya Terhadap Penafsiran Ayat Al Qur’an

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hamim, Moh (2016) Al Qira’at Al Shadhah dan Pengaruhnya Terhadap Penafsiran Ayat Al Qur’an. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (194kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (121kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (272kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (309kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (354kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (404kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (146kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (142kB) | Preview

Abstract

Al Quran al Karim yang merupakan kitab suci umat Islam seluruh alam, adalah kitab suci dengan berjuta kemukjizatan yang meliputinya. Kitab suci terakhir yang diturunkan ini adalah kumpulan serta suplimasi dari firman-firman Allah yang turun sebelumnya. Kitab suci yang satu ini mendapat jaminan langsung dari Sang Pemiliknya yaitu Allah SWT sehingga kesuciannya akan tetap terjamin hingga kapanpun, tak akan layu ditelan ruang dan waktu. Diantara bentuk penjaggaan Allah terhadap firman-firman-Nya tersebut adalah adanya cara baca khusus yang membedakan Al Quran dengan lainnya, dimana cara baca tersebut adalah Dia yang Menurunkannya kepada Nabi-Nya untuk kemudian disadurkan dan diajarkan kepada makhluk-Nya. Sedangkan bangsa Arab yang terpilih untuk menerima wahyu-wahyu itu diturunkan merupakan bangsa yang tersusun dari suku-suku bangsa dengan dialek yang berbeda-bada. Maka Al Quran pun diturunkan dengan tujuh cara baca hingga Al Quran bisa dibaca dengan mudah oleh mereka sesuai dengan yang danggap mudah oleh mereka. Cara baca Al Quran yang berbeda-beda itu pada awalnya tidak menjadi masalah karena waktu itu Nabi yang merupakan penerima wahyu dari Allah sekaligus cara bacanya masih hidup, sehingga setiap ada masalah yang terjadi dikalangan muslimin termasuk masalah perbedaan cara baca Al Quran bisa terselesaikan dengan damai, dan Nabi sendiripun juga telah menyatakan bahwa Al Quran memang diturunkan bukan hanya dengan satu cara baca saja akan tetapi dengan tujuh huruf (dialek), sehingga umat Islam waktu itu bisa membaca ayat-ayat suci Al Quran sesuai dengan yang mereka anggap mudah. Akan tetapi, beberapa tahun setelah wafatnya Nabi, terjadi perdebatan yang sengit dikalangan umat Islam prihal cara baca Al Quran tersebut, tepatnya pada penaklukan Azarbaijan dan Armenia dimana orang yang memeluk Islam sudah sangat banyak dengan latar belakang sosial dan kultural dan berbedda-beda. Mereka saling membenarkan qiraat Al Quran mereka dan menyalahkan qiraat yang lainnya. Maka atas inesiatif sahabat Khuzaifah yang ternyata disetujui oleh sang Khalifah, Uthman bin Affan waktu itu, akhirnya disepakatilah kodifikasi Al Quran secara resmi. Peristiwa bersejarah ini dipimpin langsung oleh sang Khalifah melalui beberapa orang sahabat lain yang bertanggung jawab dalam penulisan Al Quran tersebut.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Iffah
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hamim, MohUNSPECIFIEDE03210016
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorIffahivamuzammil@yahoo.co.id2013076901
Subjects: Qira'ah
Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Tafsir
Keywords: Al Qiraat Al Shadhah; Penafsiran Ayat Al Quran
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 16 Jun 2016 06:35
Last Modified: 13 Nov 2019 06:30
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/6834

Actions (login required)

View Item View Item