Sikap politik HMI terhadap bahaya Laten Komunis dalam konstalasi politik di Indonesia: analisa hukum Islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ahmad, M. Zakariah (1997) Sikap politik HMI terhadap bahaya Laten Komunis dalam konstalasi politik di Indonesia: analisa hukum Islam. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (280kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (146kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (876kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (933kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (363kB) | Preview

Abstract

Masalah yang menjadi kajian dalam penulisan skripsi ini adalah: bagaimana sikap politik HMI terhadap bahaya laten komunis dalam kosntalasi politik di Indonesia, bagaimana analisa hukum Islam tentang sikap politik HMI terhadap bahaya laten komunis dalam konstalasi politik Indonesia. Adapun metode penelitian yang dipakai dalam penulisan skripsi ini dengan sumber datanya berasal dari beberapa leteratur yang mendukung dan bisa dijadikan rujukan karena merupakan penelitian kepustakaan (library research), teknik penggalian data menggunakan teknik analisis historis, sedang analisis datanya menggunakan metode yaitu data yang terakumulasi dianalisis dengan langkah-langkah: melalui editing, pengorganisasian data, penemuan hasil data kemudian dianalisis denagan memakai teori. Penelitian ini memberikan suatu kesimpulan bahwa: (1) Sikap politik HMI terhadap bahaya laten komunis dalam konstalasi politik di Indonesia terdiri dari empat butir. pertama, partai komunis Indonesia (PKI) merupakan dalang utama dari kudeta G 30 S PKI, kedua, seluruh ummat Islam harus bersatu dibawah kepeminrpinan Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengutuk PKI, ketiga, G.30 S.PKI harus segera ditindak dengan jalan membubarkannya (PKI), Keempat, HMI akan segera mengerahkan segala daya dan kekuatan untuk membantu pemerintah dan ABRI menumpas gerakan kontra revolosi G.30 S. PKI beserta underbownya, (2) keempat sikap politik itu merupakan manivestasi dari dua komitmen HMI yakni komitmen ke-Islaman dan Kebangsaan. PKI sebagai kekuatan politik yang a-theis, secara mendasar bertentangan dengan nilai-nilai ke-Islaman maupun kebangsaan. Karena itu bagi HMI sikap yang tepat terhadap G.30.S.PKI tiada lain kecuali mengutuk dan membubarkannya. Yang tak kalah pentingnya adalah mengantisipasi (mencegah) kemungkinan timbulnya kembali isme-isme a-theis di masa mendatang, baik yang berbentuk ideologi maupun kekuatan politik (gerakan), beserta segenap underbow ajaran dan politiknya. Dengan strategi ini HMI, bersama-sama kekuatan masyarakat dan negara, dapat menjadi kekuatan solid yang dapat menangkal dan mencegah kemungkinan lahir dan berkembangnya kembali bahaya laten komunis di bumi nusantara.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ahmad, M. Zakariah--019100156
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorMachfudz, Muchsin----
Subjects: Hukum Islam
Politik
Politik > Politik Islam
Keywords: Politik; Analisa Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Users 283 not found.
Date Deposited: 10 Jun 2016 03:29
Last Modified: 10 Jun 2020 08:34
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/6754

Actions (login required)

View Item View Item