PANDANGAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF TERHADAP PRAKTEK PERANTARA DALAM JUAL BELI TANAH DI KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK

Subhan, Ahmad (1996) PANDANGAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF TERHADAP PRAKTEK PERANTARA DALAM JUAL BELI TANAH DI KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (317kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (143kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (719kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (542kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (225kB) | Preview

Abstract

Masalah yang menjadi kajian dalam penulisan skripsi ini adalah: bagaimana deskripsi tentang praktek perantara dalam jual beIi tanah di Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik pada tahun 1995, bagaimana pandangan hukum Islam dan hukurn positif terhadap perantara dalam jual beIi tanah di Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Adapun metode penelitian yang dipakai dalam penulisan skripsi ini yang populasinya di ambil 5 desa dari kecamatan menganti tersebut, karena banyaknya jumlah populasi maka penelitian menggunakan teknik sampling, sampelnya diambil 20 orang dari jumlahnya 5 desa tersebut, teknik pengambilan datanya menggunakan metode observasi, interview dan dokumentasi, sedang teknik analisa datanya menggunakan metode kualitatif melalui proses editing, pengumpulan data dan penganalisaan data. Penelitian ini memberikan suatu kesimpulan bahwa: (1) praktek perantara dalam jual beli tanah di Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik pada awalnya terbentuk suatu perjanjian jual jasa, yaitu perjanjian antara pihak perantara dengan penjual setelah perantara diberi kuasa oleh penjual, perantara rnengurus segala keperluan yang berhubungan dengan keperantara.annya yakni mulai dari mencari pembeli sampai selesainya trasnsaksi jual beli tanah. Demikian juga per janjian antara perentara dengan pembeli, setelah perantara diberi kuasa oleh pembeli, perantara mengurus segala keperluannya mulai dari mencari penjual sampai selesainya transaksi jual beli tanah, (2) a- menurut pandangan hukum Islam prakrek perantara dalarn jual beli tanah di Kecamatan Menganti ada sebagian perantara yang melakukan penyimpangan dari aturan Islam, yaitu melakukan penawaran yang masih dalam tawaran orang lain, b- menurut pandangan hukum positif praktek perantara dalam jual beli tanah merupakan, pemegang kuasa biasa, perantara ini tidak bisa dikategorikan kepada makelar, komisioner aplagi kasir. Tetapi apabiia dilihat dari peranannya, maka perantara ini mirip dengan makelar. Adapun mengenai praktek kerja perantara menurut Hukum Positif tidak ada penyirnpangan

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: A.Soehaimi Moestadjib
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; Jual Beli
Subjects: Hukum Islam
Jual Beli
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Users 283 not found.
Date Deposited: 10 Jun 2016 02:43
Last Modified: 10 Jun 2016 03:43
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/6749

Actions (login required)

View Item View Item