Al Ramziyyah Fi Qisshah Al Asad Wa Al Thaur Fi Hikayah Kalilah Wa Dimnah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Faridah, Nur (2016) Al Ramziyyah Fi Qisshah Al Asad Wa Al Thaur Fi Hikayah Kalilah Wa Dimnah. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (219kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (275kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (583kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (352kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (219kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (179kB) | Preview

Abstract

Kehidupan manusia tidak terlepas dari simbol. Di jalan, kampus, rumah dan di manapun tempat sekiranya terdapat simbol. Simbol bukanlah merupakan sebuah tanda yang tidak ada artinya, akan tetapi simbol memiliki maksud dan tujuan tertentu yang ingin disampaikan oleh pembuat simbol. Demikian pula simbol bagi sastrawan, merupakan hal yang penting. Mereka bisa dengan mudah dan bebas menggambarkan kondisi yang ada dan juga menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat melalui simbol tanpa rasa takut ataupun cemas terhadap penguasa yang akan menarik karya sastranya.
Adapun karya sastra yang dipenuhi dengan simbol-simbol adalah hikayat Kalilah wa Dimnah, karya seorang filsuf India Baydaba yang dipersembahkan kepada Raja Dabshalim. Baydaba menggunakan gaya bahasa Fabel (dunia binatang) untuk menggambarkan watak-watak manusia mulai dari yang berbudi pekerti luhur hingga rendah sekalipun. Baydaba sengaja memilih model pengkisahan seperti ini agar pesan yang disampaikannya mudah diterima dan tidak menyinggung pihak manapun.
Dari sinilah peneliti tertarik untuk meneliti simbolisme yang tedapat pada hikayat Kalilah wa Dimnah khususnya pada bagian kisah Harimau dan Kerbau. Untuk itu, peneliti berfokus pada dua rumusan masalah, yaitu : Teks-teks mana saja yang terdapat simbolisme dan bentuk simbolisme dalam kisah al-Asad wa al-Thaur dalam hikayat Kalilah wa Dimnah karya Ibn al-Muqaffa’.
Untuk menganalisis simbolisme yang terdapat dalam kisah tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian Hermeneutik dengan jenis analisis isi. Metode hermeneutik merupakan sebuah metode penelitian yang digunakan dengan cara penguraian teks yang bertolak dari isi dan makna yang tampak menuju makna (pesan) teks yang bersifat inner, transendental, dan latent (tersembunyi) dengan cara penglihatan batin berdasarkan tanda-tanda dalam teks dan dengan memperhatikan konteks historis pengarang. Sedangkan pendekatan dari penelitian ini adalah pendekatan sastra.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kisah al-Asad wa al-Thaur (Harimau dan Kerbau) terdapat simbolisme. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya teks-teks yang terdapat simbolisme sebanyak 11 teks. Dari 11 teks tersebut terdapat empat bentuk simbolime yaitu al-Asad al-‘Adhim (simbolisme dari raja yang diktator dan mudah terpengaruh), Kalilah (Simbolisme dari pribadi yang egois, menerima pada takdir dan nasib, berhati bening), Dimnah (Simbolisme dari harga diri, akal yang efektif, pembohong, licik, dan rakus), Shatrabah (Simbolisme dari pribadi yang mudah terpengaruh).

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Faridah, Nurnurfaridah388@gmail.com81616131
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorUNSPECIFIEDUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Kesusastraan > Sastra Arab
Kesusastraan
Keywords: Simbol; sastra
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: NUR FARIDAH
Date Deposited: 01 Jun 2016 01:55
Last Modified: 13 Nov 2019 04:29
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/6015

Actions (login required)

View Item View Item