STUDI TENTANG TAWADHU’ DALAM TAFSIR AL MARAGHI

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hayatun, Siti Rohmi (1998) STUDI TENTANG TAWADHU’ DALAM TAFSIR AL MARAGHI. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (322kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (118kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar isi.pdf

Download (684kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (736kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (328kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar pustaka.pdf

Download (322kB) | Preview

Abstract

Sikap rendah hati (Tawadhu’) merupakan sebagian dari sifat para nabi dan rasul serta orang orang yang beriman yaitu orang yang melakukan kebenaran lalu mengikutinya dan mengetahui kesesatan lalu menghindarinya sehingga mereka dapat memetik kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Bersikap tawadhu’ ini telah diperintahkan oleh allah untuk bersikap rendah hati terhadap umatnya, manusia sebagai hamba allah juga diperintah untuk bersikap rendah hati terhadap sesamanya, yang dijelaskan dalam surat asy syuara ayat 215. Untuk itulah setiap muslim berkewajiban untuk bersikap tawadhu’ tanpa merasa rendah diri dan hina, sebab tawadhu’ merupakan bagian dari budi pekerti yang ideal dan sifatnya yang mulia dan hal inilah yang akan mengantarkan manusia pada akhlak yang sempurna untuk mendapatkan derajat yang tinggi dan tidak tinggi hati agar tidak menjadi resah. Sunnatullah mengajarkan bahwa sikap rendah hati meninggikan pelakunya dan tinggi hati merendahkan pelakunya.
Rumusan masalah yang akan di bahas dalam skripsi ini adalah 1). Apa hakekat tawadhu’ menurut al maraghi 2). Bagaimana bentuk bentuk tawadhu’dalam tafsir al maraghi? 3). Apa keutamaan tawadhu’?
Dalam penulisan skripsi ini menggunakan beberapa metode diantaranya 1). Metode maudhu’I yaitu suatu analisa dengan jalan menghimpun ayat ayat al qur’an dari berbagai surat dan yang ada hubungannya dengan persoalan yang telah ditentukan sebelumnya, kemudian membahas dan menganalisis atau kandungan ayat tersebut sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh 2). Metode deduktif yakni menggunakan teori teori dalil dalil ataupun generalisasi yang bersifat umum untuk selanjutnya dikemukakan kenyataan kenyataan yang bersifat khusus dari hasil riset 3). Metode diskriptif yakni dalam menafsirkan ayat ayat al qur’an hanya memberikan keterangan secara diskriptif tanpa membandingkan riwayat atau pendapat antara yang satu dengan yang lainnya.
Adapun kesimpulan dari pembahasan skripsi ini adalah a). Bahwa makna tawadhu’yang dikehendaki menerima kebenaran, tidak berpaling dari hukum dan ketentuan allah dan tidak meyombongkan diri serta merasa lebih tinggi b). Bentuk bentuk tawadhu’ yang dirumuskan oleh al maraghi adalah meliputi tawadhu’ terhadap allah yakni dengan tunduk, patuh dan merendahkan hati serta merasa diri ini hina dan papa dihadapan allah, dan tawadhu’ terhadap hamba hambanya yaitu menunjukkan kasih saying dan tidak membeda bedakan mereka sehingga tidak ada rasa lebih tinggi di hadapan yang lain c). Keutamaan tawadhu’ adalah orang orang yang bersikap tawadhu’ merupakan kekasih allah dan kekasih hambanya, ia akan dekat dengan kebaikan dan jauh dari keburukan dan kemungkaran

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hayatun, Siti RohmiUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Tafsir > Tasfir Hadis
Uncontrolled Keywords: Studi; Tawadhu’; Al Maraghi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Arsip Ushuluddin
Depositing User: Editor : Yuhyil Ayda------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 25 Feb 2016 03:45
Last Modified: 25 Feb 2016 03:45
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/5791

Actions (login required)

View Item View Item