Model komunikasi pasangan nikah usia dini etnis madura Studi di Desa Morombuh Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Anisah, Anisah (2016) Model komunikasi pasangan nikah usia dini etnis madura Studi di Desa Morombuh Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (473kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (318kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (852kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (333kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (392kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (357kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (7MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (535kB) | Preview

Abstract

Pernikahan dini cenderung terjadi dalam kehidupan masyarakat desa yang telah berlangsung sejak dulu. Bagi masyarakat Madura pernikahan dini ini terjadi tidak hanya karena faktor adat semata, tetapi faktor ekonomi, faktor pendidikan, dan orang tua.
Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana Proses Komunikasi yang dilakukan oleh pasangan yang menikah usia dini di desa Morombuh Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan (2) Bagaimana Model Komunikasi Pasangan yang menikah usia dini di desa Morombuh Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan.
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Kerangka analisis dalam penelitian ini menggunakan teori Penetrasi Sosial (Social Penetration) yang dicetuskan oleh Irwin Altman dan Darwis Taylor. Sedangkan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah dua informan pernikahan dini, terdiri dari 2 perempuan (15 tahun) dan 2 laki-laki (18 tahun) di Kecamatan Kwanyar, Bangkalan.
Hasil kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi yang digunakan oleh pasangan suami istri yang menikah usia dini ini dalam melakukan suatu komunikasi mereka lebih cenderung menggunakan pesan nonverbal dalam memberikan umpan balik karena masih adanya rasa malu-malu diantara kedua pihak, sehingga komunikasi pada pasangan suami istri tersebut membentuk sebuah model komunikasi malu-malu pada awal menikah.
Sedangkan dalam menghadapi sebuah konflik terdapat salah satu pasangan yang mengalah karena tingginya ego dalam pihak lain. Namun dalam menghadapi suatu konflik yang cukup serius mereka lebih memilih untuk berembuk / berdiskusi dalam mencari jalan keluarnya. Dalam berdiskusi mereka saling terbuka antar satu sama lain agar tidak ada sesuatu yang disembunyikan terhadap pihak lain.
Dalam menjalin suatu hubungan yang harmonis mereka lebih menggunakan keterbukaan antar satu sama lain, seperti sharing bareng, bercanda, dan bercerita tentang masa lalu, melalui interaksi tersebut dapat menciptakan suasana harmonis dalam keluarga. Sehingga pada intinya hubungan yang berkembang dari tahap perkenalan ketahap yang lebih dalam dapat terjadi karena adanya keterbukaan antara suami istri yang menikah dini.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Anisah, AnisahAnisahachmad46@gmail.comUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorUNSPECIFIEDUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Ilmu Komunikasi
Keluarga
Nikah
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Anisah suwandi
Date Deposited: 10 May 2016 09:06
Last Modified: 14 Nov 2019 03:17
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/5629

Actions (login required)

View Item View Item