FEMINISME DALAM PERSPEKTIF HUSEIN MUHAMMAD

Susanti, Susanti (2014) FEMINISME DALAM PERSPEKTIF HUSEIN MUHAMMAD. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (117kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar isi.pdf

Download (163kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (366kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (483kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (529kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (398kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar pustaka.pdf

Download (145kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini merupakan penelitian tentang “Feminisme Dalam Perspektif Husein Muhammad”. Penelitian ini bersifat penelitian kepustakaan (Library Research) dan penelitian lapangan. Masalah pokok yang ingin diketahui dalam penelitian ini adalah: Pertama, apa faktor yang melatarbelakangi pemikiran Husein Muhammad. Kedua, bagaimana pemikiran feminisme Husein Muhammad.
Dalam menjawab dua permasalah di atas, peneliti menggunakan metode analisis historis dan deskriptif. Metode analisis historis adalah menggambarkan sejarah biografi tokoh yang meliputi riwayat hidup, pendidikan serta faktor lain, baik internal maupun ekstrenal. Dalam penelitian ini tokoh yang dimaksud adalah Husein Muhammad. Sedangkan analisis deskripstif merupakan penggambaran secara teratur seluruh konsep tokoh yang dalam ini adalah pemikiran feminisme dari Husein Muhammad. Selain itu data yang mungkin berasal dari naskah, wawancara, catatan, lapangan, dokumen, dan sebagainya tersebut dideskripsikan sehingga dapat memberikan kejelasan terhadap kenyataan atau realitas.
Dari penggunaan metode tersebut didapat dua kesimpulan tentang dua permasalahan pokok yang diangkat peneliti dalam skripsi ini. Pertama,Husein Muhammad lahir dan dibesarkan di lingkungan pondok pesantren Dar at Tauhid Arjawinangun, Cirebon. Awalnya Husein Muhammad juga memiliki pemikiran yang konservatif tentang perempuan, namun setelah mengikuti seminar yang diadakan oleh P3M dan diskusi yang dilakukannya dengan Masdar Fua’di tentang gender dan perempuan, maka Huseinpun menyadari adanya penindasan terhadap perempuan. Husein juga menyadari adanya peran agama dan tafsiran ahli agama dalam penindasan dan subordinasi perempuan. Kedua,feminisme Husein Muhammad berada dalam wilayah agama. Menurutnya, perempuan dan laki-laki adalah sama dihadapan Tuhan sebagai hamba, tidak ada yang lebih unggul di antaraNya kecuali berdasarkan ketaqwaanya. Sehingga anggapan perempuan adalah manusia kedua dan hanya boleh berada di ranah domestik adalah tidak benar. Perempuan juga punya andil khilafah di muka bumi ini dan juga sama-sama memiliki tugas untuk amar ma’ruf nahi munkar. Perempuan dapat menentukan jalan mana yang ingin dipilih baik menjadi ibu rumah tangga saja atau ingin keluar rumah untuk menjadi wanita karir untuk mencari nafkah. Karena setiap perempuan di muka bumi ini tidak sama dalam segi ekonomi, sehingga boleh saja perempuan keluar bekerja untuk menambah pundi-pundi rupiah.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Hammis Syafaq
Uncontrolled Keywords: Feminism; Husien Muhammad; Wanita Karir
Subjects: Aqidah
Aqidah
Wajib Belajar > Aqidah

Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 10 Feb 2015 07:24
Last Modified: 10 Feb 2015 07:24
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/544

Actions (login required)

View Item View Item