Analisis yuridis atas fatwa MUI tentang cryptocurrency sebagai alat tukar melalui aplikasi Indodax

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mashur HS, Mas Moch Alfan Ali (2022) Analisis yuridis atas fatwa MUI tentang cryptocurrency sebagai alat tukar melalui aplikasi Indodax. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Mas Moch Alfan Ali Mashur HS_C92218147.pdf

Download (8MB)

Abstract

Skripsi ini dilakukan berangkat dari dua rumusan masalah, antara lain: (1) Bagaimana pertimbangan hukum Majelis Ulama Indonesia dalam memutuskan keharaman cryptocurrency sebagai alat tukar, (2) Bagaimana dasar hukum Majelis Ulama Indonesia dalam memutuskan keharaman cryptocurrency sebagai alat tukar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Penelitian yang dilakukan menggunakan cara membaca jurnal, buku-buku ilmiah, skripsi, website resmi Indodax yang berguna untuk mengumpulkan data mengenai praktik transaksi cryptocurrency sebagai alat tukar melalui aplikasi indodax tersebut. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan konseptual dengan pola fikir deduktif yang dilakukan dengan cara menjelaskan teori-teori tentang Fatwa MUI tentang Cryptocurrency untuk menganalisis permasalahan tentang Cryptocurrency sebagai Alat Tukar melalui Aplikasi Indodax. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: (1) Berdasarkan pertimbangan hukum Majelis Ulama Indonesia dalam memutuskan keharaman cryptocurrency sebagai alat tukar, penulis berpendapat bahwa pertimbangan hukum yang dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia sebagai pengayom umat Islam sudah tepat, yakni dengan tegas menyatakan bahwa menggunakan cryptocurrency sebagai alat tukar ialah haram. Keharaman tersebut berhubungan dengan permasalahan dalam penerapan praktiknya, (2) Berdasarkan dasar hukum Majelis Ulama Indonesia dalam penetapan fatwa, Majelis Ulama Indonesia menggunakan dalil-dalil yang mendukung pengharaman cryptocurreny sebagai alat tukar. yakni praktik tersebut mengandung gharar dan dharar meskipun dalam praktiknya didasarkan pada kesepakatan bersama. Dari kesimpulan yang sudah dipaparkan, maka penulis menyarankan (1) sebaiknya untuk bertransaksi alangkah bagusnya melakukan pembayaran menggunakan Rupiah sebagai Alat transaksi di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena Rupiah Mata Uang yang sah di dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu juga untuk menghindari gharar dan dharar yang menyebabkan ketidak jelasan dan kerugian dalam bertransaksi, (2) alangkah baiknya jika pemerintah segera membuat regulasi terkait cryptocurrency untuk melindungi masyarakat.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mashur HS, Mas Moch Alfan Alialfanali69@gmail.comC92218147
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorDimyati, Dimyatiadhim.ptrg@gmail.com2026087702
Subjects: Fatwa
Hukum Islam
Keywords: Fatwa MUI; cryptocurrency; alat tukar; Indodax
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: S.H. Mas Moch Alfan Ali Mashur HS
Date Deposited: 21 Jul 2022 06:10
Last Modified: 21 Jul 2022 06:10
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/54232

Actions (login required)

View Item View Item