Peranan Mohammad Hatta pada Masa Pergolakan (1955-1965)

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Pilyang, Febriansyah Ramda (2016) Peranan Mohammad Hatta pada Masa Pergolakan (1955-1965). Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (549kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (423kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (527kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (609kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (878kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (750kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (695kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (572kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (514kB) | Preview

Abstract

Fokus masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1) bagaimana situasi dan kondisi pemerintahan dari tahun 1955-1965? 2) apa yang melatarbelakangi munculnya beberapa konflik yang dialami Mohammad Hatta pada pemerintahan 1955-1965? 3) bagaimana peran yang dimainkan oleh Mohammad Hatta pada tahun 1955-1965?. Untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode sejarah. Metode sejarah merupakan proses untuk mengkaji, serta menganalisis kesaksian sejarah dengan tujuan untuk menemukan data yang autentik dan analisis data yang dapat dipercaya. Metode sejarah dibagi menjadi empat tahap yakni heuristik, kritik sejarah, interpretasi, dan historiografi. Penulis juga menggunakan pendekatan historis yang berfungsi untuk mendeskripsikan sesuatu yang terjadi di masa lampau.Menguraikan tentang peranan Mohammad Hatta di masa pergolakan masyarakat maupun pemerintah pada tahun 1955-1965. Menjelaskan berbagai peristiwa yang terjadi dari pemilihan umum 1955 hingga peristiwa Gerakan 30 September.
Adapun penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) masa pemerintahan di tahun 1955-1965 yang diawali dengan pemilihan umum pertama kali hingga pemberontakan G 30 S PKI, menunjukkan bahwa Indonesia saat itu mengalami berbagai ketegangan dalam pembentukan demokrasi Indonesia. Gagasan yang dicanangkan oleh Presiden Soekarno tidak begitu berhasil, malah timbul berbagai konflik di berbagai pihak. 2) konflik yang dialami Mohammad Hatta selama dalam pemerintahan maupun saat sudah keluar dari pemerintahan, menunjukkan bahwa Hatta memang sosok yang sangat tegas dan kukuh dalam pendiriannya kalau mengenai soal kesejahteraan rakyat. Konfliknya dengan Soekarno yang akhirnya membuat Dwitunggal terpecah, protesnya terhadap kelakuan aparatur pemerintahan yang sudah membudidayakan korupsi, sekaligus gerakan PKI yang semakin merajalela meski sudah dibasmi. Akhirnya tanggal 1 Desember 1965, ia mengundurkan diri, karena ketidakkuasahannya dan ketidakberdayaannya untuk mengatasi problematika itu. 3) peran Mohammad Hatta pada tahun 1955-1965. Terpilihnya ia menjadi wakil presidan RI, pengagas pemebentukan RIS, sebagai perdana menteri dan perdana menteri luar negeri, dan lain sebagainya. Ia lakukan demi bangsanya untuk bisa berkembang hingga sampai dengan konfliknya dengan Soekarno akan pembuatan Demokrasi Terpimpin. Dari 1955-1965 ia terus melakukan apa yang ia bisa mengkritik dan menegur dalam karya maupun surat kabar ia lakoni.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Pilyang, Febriansyah Ramdaveyrarius@gmail.comA02212002
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRokhim, Nurnurrokhim@uinsby.ac.id2007036002
Subjects: Biografi
Sejarah
Keywords: Hatta; Moh. Hatta; Pergolakan; Biografi
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: febriansyah pilyang
Date Deposited: 10 May 2016 08:33
Last Modified: 18 Dec 2019 07:17
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/5378

Actions (login required)

View Item View Item