Pengembangan tes diagnostik four-tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik pada materi geometri

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ningsih, Ayuwati (2022) Pengembangan tes diagnostik four-tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik pada materi geometri. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ayuwati Ningsih_D74217033.pdf

Download (2MB)

Abstract

Geometri merupakan salah satu bahasan penting dalam matematika yang dapat divisualisasikan. Meskipun demikian, peserta didik masih banyak yang menganggap geometri sebagai bahasan yang sangat sulit untuk dipahami konsepnya. Hal ini menyebabkan peserta didik mengalami kesalahan dalam memahami konsep suatu bahasan yang biasa disebut dengan miskonsepsi. Untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang terjadi pada peserta didik maka dilakukan tes diagnostik four-tier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal tes diagnostik four-tier dan miskonsepsi peserta didik pada materi geometri dari hasil pengukuran menggunakan tes diagnostik four-tier. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan mengadaptasi model pengembangan Tessmer yang terdiri dari dua tahapan yaitu tahap preliminary dan tahap formative evaluation yang meliputi self evaluation, prototyping, dan field test. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 30 peserta didik kelas VIII SMP At-Tholhawiyah Modung Bangkalan. Data penelitian yang dikembangkan diperoleh dari lembar validasi dan tes diagnostik four-tier. Analisis data validitas dilakukan menggunakan formula Aiken’s V dan uji validitas empiris menggunakan rumus korelasi biserial berbantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Kualitas butir soal tes diagnostik four-tier yang dikembangkan meliputi validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran dan keberfungsian pengecoh. 9 butir soal dinyatakan valid dan 1 soal dinyatakan tidak valid, soal tes dinyatakan memiliki reliabilitas tingkat tinggi, 9 butir soal dinyatakan memiliki daya pembeda yang baik dan 1 butir soal dinyatakan memiliki daya pembeda kurang baik, tingkat kesukaran pada soal tes termasuk pada tingkat sedang, dan 84% pengecoh berfungsi dengan baik dan 16% lainnya tidak berfungsi dengan baik, 2) Persentase miskonsepsi tertinggi yang dialami oleh peserta didik terjadi pada indikator pencapaian kompetensi mengenal dan memahami bangun datar segitiga dengan besar persentase 63% dan termasuk pada miskonsepsi tingkat tinggi. Sedangkan, jenis miskonsepsi yang paling sering terjadi pada peserta didik yakni miskonsepsi teoritikal dengan persentase 52%.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ningsih, Ayuwatiayuwatiningsih@gmail.comD74217033
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorKusaeri, Kusaerikusaeri@uinsby.ac.id2006077202
Thesis advisorSuparto, Supartoparto2469@gmail.com2002046903
Subjects: Matematika
Pendidikan > Evaluasi
Keywords: Geometri; Miskonsepsi; Tes Diagnostik Four-Tier
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Matematika
Depositing User: Ayuwati Ningsih
Date Deposited: 22 Jun 2022 07:04
Last Modified: 22 Jun 2022 07:04
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/53592

Actions (login required)

View Item View Item