Agama dan tradisi Jawa: makna tradisi Tironan bagi masyarakat Dusun Balong Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Nafisah, Badiatun (2022) Agama dan tradisi Jawa: makna tradisi Tironan bagi masyarakat Dusun Balong Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Badiatun Nafisah_E72218031.pdf

Download (2MB)
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/cgi/users/home?screen=...

Abstract

Tradisi tironan merupakan tradisi atau ritual yang dilakukan untuk memperingati hari kelahiran seseorang dengan berdasar pada perhitungan kalender jawa (Saptawara dan Pancawara). Tradisi ini merupakan salah satu tradisi yang masih dipraktikkan secara rutin dan kontinu oleh masyarakat Suku Jawa di Dusun Balong Kota Bojonegoro. Sejalan dengan keberadaan dan konsistensi pelaksanaan tradisi tersebut, juga ditemukan fakta bahwa terdapat beberapa masyarakat yang kurang mengetahui makna apa saja yang terkandung dalam tradisi tironan. Padahal, tradisi ini dipercaya memiliki makna-makna yang dapat dilihat melalui penafsiran makna dari simbol-simbol yang digunakan dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Berdasarkan fenomena tersebut, maka peneliti ingin mengetahui makna yang terkandung dalam tradisi tironan bagi masyarakat Dusun Balong Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro dengan menggunakan dua rumusan masalah yakni 1.) Bagaimana pelaksanaan tradisi tironan di kalangan masyarakat Dusun Balong Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro? 2.) Apa makna tradisi tironan bagi masyarakat Dusun Balong Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro?. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pelaksanaan tradisi tironan di kalangan masyarakat Dusun Balong, serta menganalisis dan menjelaskan makna tradisi tironan bagi masyarakat Dusun Balong Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dan menggunakan pendekatan antropologi agama. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan sebagai alat analisis data, peneliti menggunakan Teori Simbolik Victor Turner. Penelitian ini menemukan beberapa temuan, Pertama, tradisi tironan di kalangan masyarakat Dusun Balong dilaksanakan dalam dua waktu, yakni pelaksanaan setiap selapan (36 hari sekali) dan pelaksanaan setiap setahun sekali diantara bulan Suro, Sapar dan Maulud. Kedua pelaksanaan tersebut memiliki perbedaan, seperti waktu, tindakan dalam prosesi ritualnya maupun sajian-sajian makanan yang diwajibkan ada dalam tradisi tersebut. Kedua, tradisi tironan bagi masyarakat Dusun Balong terdiri dari beberapa makna, diantaranya dimaknai sebagai simbol peringatan hari kelahiran, simbol syukur, simbol meminta keselamatan, simbol atas harapan-harapan baik dalam kehidupan, simbol perekat sosial dalam masyarakat dan juga sebagai simbol penghormatan atau persembahan yang ditujukan kepada pamomong manusia.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Nafisah, Badiatunbadiatunnafisah6@gmail.comE72218031
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorYaqin, Haqqulhaqqulyaqin@uinsby.ac.id2113027201
Subjects: Budaya - Agama
Kebudayaan Jawa
Keywords: Tradisi Tironan; makna; teori Simbolik
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Studi Agama - Agama
Depositing User: Badiatun Nafisah
Date Deposited: 25 Apr 2022 01:17
Last Modified: 25 Apr 2022 01:17
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/53035

Actions (login required)

View Item View Item