Pernikahan pezina perspektif para mufasir: telaah Quran surah al-Nur ayat 3

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ameliya, Ragil Azmi (2022) Pernikahan pezina perspektif para mufasir: telaah Quran surah al-Nur ayat 3. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ragil Azmi_E03218022.pdf

Download (2MB)
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/cgi/users/home?screen=...

Abstract

Penelitian ini disusun oleh Ragil Azmi Ameliya dengan judul “Pernikahan Pezina Perspektif Para Mufasir (Telaah Qur’an Surah Al-Nur ayat 3). Seiring perkembangan zaman pergaulan didunia sudah tidak seperti zaman dahulu, kini banyak masyarakat muda yang membebaskan perkumpulan antara laki-laki dan perempuan tanpa batasan. Sehingga dari perkumpulan tersebut memberi dampak buruk terutama menuju pada jalan perzinahan. Penting bagi para generasi milenial ini untuk memahami bagaimana menghindari hal-hal tersebut. Pernikahan adalah suatu hubungan antara laki-laki dan perempuan dengan ikatan sesuai dengan anjuran Allah Swt. Tak lepas dari itu seseorang yang ingin menikah pasti memiliki kriteria dalam memilih calon pasangan yang mereka impikan, supaya kelak ketika menjalani liku-liku dalam berumah tangga akan jauh lebih mudah, dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Adapun larangan seorang muslim menikahi seorang pezina atau musyrik. maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana pernikahan yang dilakukan oleh seorng pelaku zina dari penafsiran para mufasir seperti penafsiran Ibnu Katsir, M. Quraish Shihab dan Wahbah Zuhaili, diantara ketiga nya memiliki pendapat yang berbeda. Metode yang digunakan untuk mennalisi pernikahah pezina menggunakan kaidah tematik atau yang biasa dikenal dengan metode maudhu’i>. Dalam hal ini penulis mencari ayat yang selaras dengan tema pernikahan pezina kemudian menganalisa ayat tersebut secara mendalam dan seksama agar tidak terjadi kesalahan dalam mengumplkan data. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan pemahaman bahwasanyazina adalah sesuatu yang dilarang karena memiliki dampak buruk bagi siapa saja yang melanggarnya, sedangkan pernikahan dalam Islam adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang muslim untuk menghindari dari perbuatan zina, karena zina merupakan hal yang dibenci oleh Allah swt dan akan menjerumuskan manusia kedalam suatu jalan yang buruk. Larangan seorang mukmin menikahi seorang pezina dalam Q.s al-Nur ayat 3 turun karena adanya sabab musabab. Tidak luput dari hikmah, Allah menginginkan hambanya untuk selalu menjaga kesucian diri.Para ulama dan mufasir didunia memiliki pemahaman yang berbeda-beda dalam menafsirkannya, seperti Ibnu Katsir yang memberikan pengecualian dalam menetapkah hukum seorang mukmin menikahi seorang pezina asalkan ia mau bertaubat, sedangkan M. Quraish Shihab dan Wahbah Zuhaily melarang tanpa adanya pengecualian. Semua itu tidak terlepas dari pendekatan yang beliau gunakan untuk menafsirkan sebuah ayat dan pertimbangan-pertimbangan Ijtihad dari para ulama.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ameliya, Ragil Azmie03218022@uinsby.ac.idE03218022
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorfaruq, umarUNSPECIFIED2005076201
Subjects: Perkawinan
Al Qur'an
Keywords: Pernikahan pezina; telaah Alquran; surah An-Nur ayat 3; perspektif mufasir
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: RAGIL AZMI AMELIYA
Date Deposited: 25 Apr 2022 22:06
Last Modified: 25 Apr 2022 22:06
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/53030

Actions (login required)

View Item View Item