Studi komparatif tentang nirodha dalam Buddha dan zuhud dalam Islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Aisia, Siti (1998) Studi komparatif tentang nirodha dalam Buddha dan zuhud dalam Islam. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (964kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (122kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar isi.pdf

Download (722kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (752kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 6.pdf

Download (894kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 7.pdf

Download (189kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar pustaka.pdf

Download (167kB) | Preview

Abstract

Nirodha dalam Budha adalah pemadaman, pelenyapan penghentian dari segala bentuk penderitaan hidup yaitu segala bentuk keinginan dan nafsu manusiawi, dasar nirodha dalam budha yang disampaikan kepada murid muridnya kemudian di tulis dalam berbagai buku yang di sebut tri pitaka atau ketiga keranjang ajaran. Adapun pengertian yang mendasar tentang zuhud adalah sekali jangan sampai menanamkan rasa cinta kepada harta benda. Tokoh sufi yang berbicara tentang zuhud secara panjang lebar tidak lain adalah al ghazali. Ia menyatakan bahwa zuhud secara keseluruhan, berarti benci kepada yang disukai dan berpaling kepada sesuatu selain allah SWT. Hingga surge sekalipun di abaikannya, maka orang semacam inilah yang disebut zuhud mutlak. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah 1). Bagaimana konsepsi budha tentang nirodha atau nibbana dan bagaimana konsepsi islam tentang zuhud? 2). Adakah persamaan atau perbedaan antara budha dan islam mengenai nirodha atau nibbana dan zuhud? Metode pembahasan yang digunakan dengan Metode deduksi digunakan untuk menarik kesimpulan bahwa dalam kebenaran dalam masalah yang bersifat umum juga menjadi kebenaran bagi masalah yang bersifat khusus. Metode induksi yaitu digunakan untuk menarik kesimpulan dari fakta fakta yang khusus kemudian di tarik generalisasi yang bersifat umum. Metode komparasi yaitu suatu metode yang mencari data data yang ada, menguraikan, menyimpulkan dan membandingkan persamaan dan perbedaan dari kedua agama tersebut baru ditarik kesimpulan. Kesimpulan dari pembahasan ini adalah konsepsi budha tentang nirodha atau nibhana adalah pemadaman atau pelenyapan dan penghentian dari segala bentuk keinginan dan nafsu manusiawi. Sedangkan konsepsi islam tentang zuhud adalah menjauhkan diri dari pengaruh kebendaan atau keduniawian yang dapat memperdayakan manusia dalam beribadah kepada allah SWT. Persamaan antara niradha dan zuhud adalah sama sama tidak ingin atau tidak suka kepada keduniawian, kemegahan harta dan pangkat serta hanya memikirkan hala hal yang berguna dalam mencapai kebahagiaan yang hakiki. Akan tetapi zuhud dalam islam adalah ingin agar manusia terdidik untuk suka mengendalikan nafsu dan dirinya terhadap kebendaan dan kemegahannya demi ketenangan dan keselamatan hidup baik di dunia maupun di akhirat

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Aisia, Siti--UNSPECIFIED
Subjects: Perbandingan Agama
Perbandingan Agama

Tasawuf
Uncontrolled Keywords: Nirodha; Buddha; Zuhud; Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Perbandingan Agama
Depositing User: Editor : Yuhyil Ayda------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 23 Feb 2016 02:20
Last Modified: 30 May 2017 02:27
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/5224

Actions (login required)

View Item View Item