Simbolisme alur cerita pagelaran Wayang Kulit Purwa : studi filosofis lakon Dewa Ruci

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Basshori, Imam (1998) Simbolisme alur cerita pagelaran Wayang Kulit Purwa : studi filosofis lakon Dewa Ruci. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (168kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (121kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar isi.pdf

Download (496kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (670kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (139kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar pustaka.pdf

Download (233kB) | Preview

Abstract

Dari sekian banyak jenis kesenian jawa, seni pewayangan yang hidup sejak seribu tahun yang lalu telah mencapai mutu yang tinggi. Wayang kulit atau wayang purba merupakan sumber pencarian nilai yang memuat filsafat hidup jawa, estetika jawa dsb.Sehingga seni pewayangan merupakan ensiklopedia dan tuntunan hidup bagi masyarakat jawa. Begi besar peran wang didalam kehidupan masyarakat jawa, maka tidak berlebihan bila dikatakan bahwa wayang merupakan identitas orang jawa. Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah 1). Bagaimana konsep ketuhanan yang terkandung dalam pagelaran wayang kulit purwo lakon dewa ruci? 2). Bagaimana konsepsi kehidupan manusia di dalam pakem alur cerita pagelaran wayang kulit purwa dan cerita dewi ruci? 3). Bagaimana konsep hubungan manusia dan tuhan di dalam pagelaran wayang kulit lakon dewa ruci? Dalam skripsi ini mengunakan penelitian kepustakaan atau library research yaitu data data yang diperoleh dari buku buku bacaan maupun dokumen dokumen yang berupa kaset kaset rekaman yang di dalam hal ini berhubungan dengan pagelaran wayang kulit purwa, metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode induksi dan metode deduksi, metode hermenoutik yang menfsirkan symbol symbol yang berupa teks atau benda kongkrit untuk di cari arti dan maknanya, metode historis yaitu mengganalisa data dengan menggali unsure sejarah tentang suatu hal yang diteliti dan diselidiki. Kesimpulan dari skripsi ini adalah konsepsi ketuhanan dalam cerita dewa ruci mengungkapkan bahwa tuhan itu maha segalanya, tuhan sebagai pencipta, memelihara dan member adzab seperti dalam konsep ketuhanan dalam agama siswa. Sedangkan konsep kemanusiaan dalam cerita ini adalah bahwa manusia hakekatnya terdiri dari tubuh jasmani dan rohani, sedangkan tubuh rohani terisi pramana yang digerakkan dan diberi daya oleh sang sukma atau zat tuhan. Konsepsi hubungan manusia dengan tuhan disebut manunggaling kawula gusti atau pamoring kawula gusti, pada hakekatnya manusia adalah penjelmaan dari tuhan, hanya manusia saja yang tidak sadar akan hal tersebut.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Basshori, Imam--UNSPECIFIED
Subjects: Filsafat
Wayang
Uncontrolled Keywords: Simbol; Cerita; Wayang Kulit
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat
Depositing User: Editor : Yuhyil Ayda------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 23 Feb 2016 01:55
Last Modified: 30 May 2017 02:20
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/5214

Actions (login required)

View Item View Item