Anjuran menghitung bilangan Zikir menggunakan ruas jari: studi Mukhtalif al-Ḥadі̄th dalam Sunan al-Tirmidhi nomor indeks 3583 dan Sunan Abi Dawud Nomor Indeks 1500

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Khoiriyah, Wahyu Hidayatul (2020) Anjuran menghitung bilangan Zikir menggunakan ruas jari: studi Mukhtalif al-Ḥadі̄th dalam Sunan al-Tirmidhi nomor indeks 3583 dan Sunan Abi Dawud Nomor Indeks 1500. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Wahyu Hidayatul Khoiriyah_E95216075.pdf

Download (3MB)

Abstract

Sering kali didapati masyarakat Muslim menghitung bilangan zikir dengan menggunakan biji tasbih. Adapun hal tersebut ada ulama yang memperbolehkan ada juga yang menolak. Bagi ulama yang menolak, berpendapat bahwa tasbih bukan tradisi Islam. Seorang Muslim hendaknya mencukupkan diri berzikir menggunakan ruas jari. Sebagaimana yang telah dianjurkan oleh Rasulullah saw. dalam hadisnya, tetapi dalam hadis lain Rasulullah saw. juga mengajarkan cara yang lebih mudah agar berzikir sebanyak-banyaknya tanpa terpaut dengan jumlah. Secara teks hadis tersebut tampak bertentangan, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui letak ikhtilaf dan cara penyelesaian ikhtilaf dari kedua hadis tersebut.Penelitian ini mengkaji kualitas hadis dari jalur periwayatan al-Tirmidhi tentang anjuran menghitung bilangan zikir menggunakan ruas jari dan hadis tentang anjuran berzikir tanpa hitungan dari jalur periwayatan Imam Abi Dawud dan cara penyelesaian ikhtilaf hadisnya. Untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan mengumpulkan data-data yang berkaitan dengkan tema penelitian. Kemudian juga dipaparkan mengenai hasil penelitian terdahulu untuk memperkuat penelitian ini. Dalam meneliti hadis, penulis menggunakan metode mukhtalif al-hadith yaitu ilmu yang digunakan untuk menyelesaikan hadis-hadis yang bertentangan. Kemudian kesimpulan dari penelitian ini yaitu hadis tentang anjuran menghitung bilangan zikir dengan ruas jari dalam Kitab Sunan al-Tirmidhi nomor 3583 terdapat perawi saduq yang termasuk dalam kategori perawi hasan. Sehingga hadis tersebut berstatus hasan li dhatihi. Kemudian hadis tentang zikir tanpa hitungan yang terdapat dalam Kitab Sunan Abi Dawud nomor 1500 terdapat perawi perawi yang saduq yang termasuk dalam kategori perawi h{asan, la ba’sa bihi yang termasuk kategori perawi hasan, kemudian laisa bi qawi yang termasuk kategori martabat keenam perawi da‘if. Sehingga hadis tersebut berstatus hasan li dhatihi dimana kualitas perawinya lebih rendah dari hadis sahih. Adapun penyelesaian kedua hadis yang tampak bertentangan tersebut dengan cara mengompromikan (al-jam’u) kedua hadis yang tampak bertentangan dengan menggunakan metode mutlaq-muqayyad. Bahwa hadis anjuran menghitung bilangan zikir dengan ruas jari bersifat muqayyad perlunya untuk mengingat berapa banyak zikir yang telah diucapkan. Sedangkan hadis anjuran berzikir tanpa hitungan bersifat mutlaq dengan alasan lebih mempermudah dan bisa lebih khusyuk saat berzikir.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Khoiriyah, Wahyu Hidayatulwahyuhidayatulkhoiriyah@gmail.comE95216075
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorMuhid, Muhidmuhid@uinsby.ac.id1963100219933031002
Thesis advisorHasan, Muzayyanah Mutasimmuzayyanahmutasimhasan@uinsby.ac.id195812311997032001
Subjects: Budaya Islam
Doa dan Zikir
Keywords: Zikir; Ruas Jari; Mukhtalif al-Hadith.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: Wahyu Hidayatul Khoiriyah
Date Deposited: 06 Jan 2022 03:58
Last Modified: 06 Jan 2022 03:58
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/51470

Actions (login required)

View Item View Item