Makna aL-Raj’i dalam Surah aL-Tariq Ayat 11 : telaah penafsiran Tantawi Jauhari dan Zaghloul Al-Najjar

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Khurin'in, Khurin'in (2021) Makna aL-Raj’i dalam Surah aL-Tariq Ayat 11 : telaah penafsiran Tantawi Jauhari dan Zaghloul Al-Najjar. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Khurin'in_E93217068.pdf

Download (1MB)

Abstract

Qs. al-Tariq ayat 11 merupakan ayat sumpah, dimana dalam ayat ini menunjukkan pentingnya konteks sumpah, karena Allah tidak membutuhkan sumpah bagi hamba-Nya. Sumpah di sini di kaitkan dengan langit dengan salah satu karakteristiknya, yaitu “ia mengandung الرجع”. al-Raj’i dalam ayat ini pada umumnya ditafsirkan oleh ulama-ulama klasik terdahulu sebagai hujan, karena al-raj’i sendiri berasal dari kata raja’a yang artinya kembali. Namun, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, muncul penafsiran-penafsiran baru, yang memahami bahwasanya al-raj’i tidak hanya dimaknai dengan hujan, melainkan dengan bagian dari siklus. Oleh karenanya, dalam penelitian ini dibahas mengenai penafsiran kata al-raj’i dari pandangan mufassir yang berlatar belakang keilmuan sains, khususnya pada penafsiran Tantawi Jauhari dan Zaghloul al-Najjar. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan wawasan bagaimana pandangan mufassir yang bukan hanya seorang ulama namun juga sebagai seorang ilmuwan sains memaknai kata al-raj’i ini, dan mengetahui bagaimana korelasi penafsirannya dengan temuan teori sains yang ada. Penelitian ini menggunakan model penelitian kepustakaan (library research) karena sumber yang dibutuhkan berbasis data-data yang tertulis, seperti buku, jurnal, artikel, dan lain sebagainya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analisis, yang bertujuan untuk mendeskripsikan penelitian yang dibahas, yang dalam hal ini adalah keserasian antara isyarat ilmiah dalam redaksi ayat surah al-Tariq ayat 11 dengan temuan ilmiah mengenai makna dari kata al-raj’i dalam perspektif Tantawi Jauhari dan Zaghloul al-Najjar. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan bahwasanya ketika makna al-raj’i ini ditafsirkan oleh mufassir yang bercorak ilmi seperti Tantawi Jauhari dan Zaghloul al-Najjar, didapati makna yang berbeda dengan penafsiran pada umumnya, yaitu al-raj’i bukan hanya berarti hujan atau rezeki yang diturunkan Allah berulang-ulang, melainkan juga mengandung arti yang lebih luas (perputaran, siklus, atau peroses pengembalian) yang tidak hanya terjadi pada siklus hujan, melainkan juga pada planet-planet atau bintang-bintang, langit itu sendiri, atmosfir (berbagai materi dan energi yang naik dari zona bumi ke atmosfir), serta alam-alam baru yang tidak kita ketahui. Semua benda langit diciptakan oleh Allah mengalami siklus kehidupan yang sama, yaitu menjalani proses sirkulasi kehidupan yang berakhir dengan kembali ke langit melalui siklus untuk tercipta lagi menjadi sesuatu yang baru.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Khurin'in, Khurin'inchurininn@gmail.comE93217068
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSyarief, Muhammad--2010105601
Subjects: Islam dan Ilmu Pengetahuan
Keywords: al-raj’i; Siklus; Ilmi; Alquran.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Khurin In
Date Deposited: 02 Nov 2021 03:44
Last Modified: 02 Nov 2021 03:44
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/50863

Actions (login required)

View Item View Item