Konsep pluralisme dalam alquran: studi komparatif tafsir al-kasysyaf karya Zamakhsyari dan al-mishbah karya Muhammad Quraish Shihab

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Dzikrullah, Muhammad (2021) Konsep pluralisme dalam alquran: studi komparatif tafsir al-kasysyaf karya Zamakhsyari dan al-mishbah karya Muhammad Quraish Shihab. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Dzikrullah_E03217032.pdf

Download (3MB)

Abstract

Pluralisme merupakan objek pembahasan yang tiada habisnya. Hal ini tidak bisa dipungkiri, sebab isu pluralisme yang selalu eksis hingga sekarang. Adanya pro dan kontra oleh para tokoh mulai zaman klasik hingga modern menjadi bukti bahwa isu pluralisme tidak terlelap oleh zaman. Penganut paham pluralisme mempercayai bahwa semua agama sama sehingga kelak akan dikumpulkan di hari kemudian. Surat al-Baqarah ayat 62 dan al-Maidah ayat 69 merupakan ayat yang digunakan sebagai dasar bagi mereka. Zamakhsyari merupakan ulama klasik yang menjunjung tinggi rasionalitas, hal ini menarik untuk dikaji bagaimana pandangannya terhadap pluralisme, melihat kaum pluralisme yang mengedepankan nilai rasional. Sedangkan Muahmmad Quraish Shihab merupakan ulama Nusantara di era modern yang begitu peduli terhadap masalah sosial dan kemasyarakatan. hal ini bisa dibuktikan dari penafsirannya yang bercorak adabi ijtima’i. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan tafsir Maudhui yang dirasa relevan sebagai metode dalam penelitian mengenai tema terkait. Dengan menyajikan penafsiran Zamakahsyari dan Muhammad Quraish Shihab sehingga dapat diamati bagaimana persamaan dan perbedaan antara penafsiran keduanya. Sebelum memasuki analisis terhadap penafsiran Zamakhsyari dan Muhammad Quraish Shihab, alangkah baiknya mengenal lebih dekat kepada kedua mufasir. Oleh karena itu, sebelumnya akan dipaparkan mengenai biografi dan riwayat hidup keduanya serta profil dari masing-masing karyanya. Antara Zamakhsyari dan Quraish Shihab sama-sama tidak setuju terhadap penyataan bahwa semua agama sama, dan hal ini adalah keliru. Hal ini dikarenakan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Syarat untuk mendapatkan jaminan keselamatan adalah beriman kepada Allah dan hari akhir serta beramal shaleh, dan kriteria tersebuat hanya terdapat pada agama Islam. Dari segi metodologi, penafsiran Zamakhsyari lebih cenderung kepada corak bahasa dengan sumber bi al-ra’yi, sedangkan Muhammad Quraish Shihab lebih condong ke adabi ijtima’i dengan sumber bi al-ma’tsur, dan juga lebih banyak pembahasan mengenai pluralisme daripada penafsiran Zamakhsyari. Hal ini sesuai dengan corak penafsirannya, sosial dan kemasyarakatan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Dzikrullah, Muhammaddzikrullahmuhammad9@gmail.comE03217032
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorYardho, Moh.myardho@gmail.com2110068501
Subjects: Pendidikan > Pluralisme
Keywords: Pluralisme; Pro kontra; Rasionalitas; Sosial.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Muhammad Dzikurullah
Date Deposited: 10 Sep 2021 09:00
Last Modified: 10 Sep 2021 09:00
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/50299

Actions (login required)

View Item View Item