Konsep bai'at dalam al-Qur'an: studi komparatif tentang penafsiran ayat-ayat Bai’at dalam Tafsir al-Mizan karya Muhammad Husain T}aba’taba’i dan Tafsir al-Munir karya Wahbah al-Zuhaili

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Maghfiroh, Maghfiroh (2021) Konsep bai'at dalam al-Qur'an: studi komparatif tentang penafsiran ayat-ayat Bai’at dalam Tafsir al-Mizan karya Muhammad Husain T}aba’taba’i dan Tafsir al-Munir karya Wahbah al-Zuhaili. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Maghfiroh_E03217025.pdf

Download (2MB)

Abstract

Pada zaman modern ini terdapat beberapa jama’ah yang masih memberlakukan adanya bai’at, yakni perjanjian untuk tidak ingkar. Faham ini menjadikan banyak perbedaan pendapat mulai dari pandangan yang meyakini sampai yang menghakimi. Di dalam Al-Qur’an dijelaskan beberapa ayat yang membahas mengenai bai’at di antaranya surah al-Fath ayat 10, 18 dan surah al-Mumtahanah ayat 12. Penelitian ini akan membahas bagaimana bai’at dalam Al-Qur’an menurut pandangan dua mufasir yakni Muhammad Husain Taba’taba’i dan Wahbah al-Zuhaili. Adapun rumusan masalah yang diambil ialah pertama, bagaimana penafsiran Muhammad Husain T}aba’t}aba’i dan juga Wahbah al-Zuhaili terkait konsep bai'at dalam al-Qur’an surah al-Fath ayat 10 dan 18 serta surah al-Mumtahanah ayat 12. Kedua, bagaimana penafsiran menganai konsep bai'at dalam al-Qur’an pada surah al-Fath...ayat 10, 18 dan pada surah al-Mumtahanah ayat 12. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penafsiran Muhammad Husain Taba’taba’i dan Wahbah al-Zuhaili mengenai konsep bai'at dalam al-Qur’an surah al-Fath ayat 10,18 dan surah al-Mumtahanah ayat 12. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yakni metode yang mempunyai fungsi mencari kebenaran dengan interpretasi yang tepat. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan muqorron dengan menentukan tema pokok al-Qur’an yang akan ditulis dengan muqorron. Pada penelitian juga tentunya terdapat objek penelitian. Objek merupakan permasalahan pokok yang diteliti dalam suatu penulisan. Penelitian ini, menggunakan objek yang terdapat dalam surah Al-fath ayat 10 dan 18 dan Al-Mumtahanah ayat 12. Adapun teori yang dipakai dalam penelitian ini ialah teori tahlili yang merupakan salah satu teori yang digunakan untuk menelaah penafsiran secara rinci. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa dilihat pada kedua kitab tafsir ini, dua penafsiran ini jauh berbeda menurut ajaran islam yang sesungguhnya. Mengingkari bai’at pula terdapat ancaman dalam Al-Qur’an. Mungkin ada sedikit perbedaan dari penafsirannya. Tetapi lebih tertuju pada mendalamnya makna salah satu kalimat. Bisa kita ambil ibrah pada konsepnya supaya saling menyayangi baik yang mengedepankan wajib bai'at atau tidak agar keislaman tetap selalu bersatu dalam jalan yang benar.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Maghfiroh, Maghfirohrossynuremha97@gmail.comE03217025
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorKholid, Abd.alidoktaf@gmail.com2002026501
Subjects: Budaya - Agama
Keywords: Bai'at; Muhammad Husain Taba’taba’i; Wahbah al-Zuhaili.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Maghfiroh Maghfiroh
Date Deposited: 06 Sep 2021 01:38
Last Modified: 06 Sep 2021 01:38
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/50170

Actions (login required)

View Item View Item