Analisis hukum islam dan KHES pasal 310 terhadap praktik sewa menyewa kamar kost Putri Cantik di Kota Malang

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hakam, Diana Umil (2021) Analisis hukum islam dan KHES pasal 310 terhadap praktik sewa menyewa kamar kost Putri Cantik di Kota Malang. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Diana Umil Hakam_C02217010.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian lapangan (field research). Adapun metode penelitian yang digunakan dalam memperoleh data pada penelitian ini yaitu melalui wawancara dengan pihak-pihak terkait yakni pihak pemilik kost pihak penyewa kamar kost, serta dibuktikan dengan dokumentasi. Sedangkan pendekatatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskripsi kualitatif dengan analisi induktif yaitu, menggambarkan sesuatu hal dengan mengumpulkan data yang terkait denga praktik sewa-menyewa kamar kost di kota malang kemudian dianalisa dengan Hukum Islam dan KHES Pasal 310 agar dapat ditarik sebuah kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa praktik sewa-menyewa kamar kost putri cantik ini belum sesuai dengan perjanjian yang disepakati, dikarnakan penyewa telah mimindah alih sewa kepada pihak ketiga tanpa seizin pemilik kost dengan harga lebih mahal dari harga sewanya. Sedangkan praktik sewa-menyewa kamar kost putri cantik di kota malang tidak sesuai dengan hukum islam. Karena dalam rukun ijarah yakni, sighat tidak sesuai perjanjian yang disepakati diawal perjanjian yaitu, perjanjian pemindah alih sewa kepada pihak ketiga tampah izin pemilik kost. Dan juga diperkuat dalam kompilasi hukum islam pasal 310 juga tidak diperbolehkan. Dalam hal ini mustajir memindah sewa kamar kost kepada pihak ketiga. Dari hasil kesimpulan yang sudah dipaparkan di atas maka penulis memiliki saran untuk pemilik kost supaya lebih hati-hati dalam menyewakan kamar kostnya agar tidak tejadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti masalah pemindah alih sewa kepada pihak ketiga tanpa sepengetahuannya. Kemudian pemilik kost harus lebih tegas lagi kepada penyewa supaya lebih bisa patuh dan taat pada peraturan yang telah dibuat. Dan pemilik harus lebih sering mengontrol kos-kosan agar tidak ada lagi penyewa yang menyewakan kembali kamar kostnya. Dan juga untuk pihak penyewa petama maupun pihak ketiga selaku konsumen untuk menanyakan rician dari perjanjian atau peraturan lebih lanjut kepada pemilik kost, agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hakam, Diana Umildianaumilhakam01@gmail.comC02217010
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRohmad, Ahmad Khubby Aligoesbobby@gmail.com2020097801
Subjects: Hukum Islam
Sewa
Keywords: Sewa menyewa; Kamar kost; Perjanjian sewa menywea; Akad sewa menyewa.
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Diana Umil Hakam
Date Deposited: 05 Sep 2021 20:52
Last Modified: 05 Sep 2021 20:52
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/50161

Actions (login required)

View Item View Item