Proses berpikir matematis siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan Teori Mason ditinjau dari kecerdasan logis matematis dan Visual-Spasial

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Setyono, Heri (2021) Proses berpikir matematis siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan Teori Mason ditinjau dari kecerdasan logis matematis dan Visual-Spasial. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabay.

[img] Text
Heri Setyono_D74214033.pdf

Download (2MB)

Abstract

Mason menjelaskan bahwa dalam memecahkan masalah matematika melalui tiga fase penting, yaitu fase entry, fase attack dan fase review. Dalam penelitian ini ketiga fase tersebut akan digabungkan dengan 4 proses berpikir matematis, yaitu specializing (pengkhususan), generalizing (menggeneralisasi), conjecturing (pendugaan) dan convincing/justifying (meyakinkan). Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam memecahkan masalah adalah kecerdasan. Kecerdasan yang paling sering digunakan siswa ketika sedang memecahkan masalah matematika adalah kecerdasan logis-matematis dan kecerdasan visual-spasial. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir matematis siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan teori Mason ditinjau dari kecerdasan logis-matematis dan visual-spasial. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dimana subjek yang diambil dalam penelitian ini ialah 2 siswa kelas VIII dengan kecerdasan logis-matematis dan 2 siswa kelas VIII dengan kecerdasan visual-spasial. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan wawancara. Kemudian dianalisis berdasarkan indikator proses berpikir matematis dalam memecahkan masalah berdasarkan teori Mason. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa siswa dengan kecerdasan logis matematis, memenuhi semua indikator dari proses berpikir matematis. Siswa dengan kecerdasan logis-matematis memenuhi semua indikator pemecahan masalah, yaitu fase entry, attack dan review kecuali pada aspek extend. Siswa dengan kecerdasan logis-matematis tidak dapat mencari cara lain dalam memecahkan masalah matematika. Sedangkan siswa dengan kecerdasan visual-spasial memenuhi indikator specializing dan convincing akan tetapi melakuklan kesalahan pada proses generalizing dan conjecturing. Siswa dengan kecerdasan visual-spasial memenuhi semua indikator pada fase entry dan review, kecuali pada aspek extend. Siswa dengan kecerdasan visual-spasial melakukan kesalahan pada fase attack, tepatnya pada aspek Try, karena conjecturing terhadap lebar taman salah sehingga mengakibatkan jawaban akhir salah. Siswa dengan kecerdasan visual-spasial tidak dapat mencari cara lain dalam memecahkan masalah.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Setyono, Heriherisetyono8@gmail.comD74214033
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorLailiyah, Sitilailiyah@uinsby.ac.id2028098401
Thesis advisorSutini, Sutinisutinimiskun@uinsby.ac.id2003017703
Subjects: Kecerdasan
Matematika
Keywords: Berpikir matematis; Pemecahan Masalah; Mason; Logis-Matematis; Visual- Spasial.
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Matematika
Depositing User: HERI SETYONO
Date Deposited: 26 Aug 2021 21:13
Last Modified: 26 Aug 2021 21:13
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/49905

Actions (login required)

View Item View Item