Cemburu yang terpuji dan tercela: kajian ma’anil hadith riwayat Al-Darimi nomor indeks 2400 perspektif ilmu psikologi

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mustagfiri, Mohammad Riyyan Arino (2021) Cemburu yang terpuji dan tercela: kajian ma’anil hadith riwayat Al-Darimi nomor indeks 2400 perspektif ilmu psikologi. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Mohammad Riyyan Arino Mustagfiri_E95217069.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari banyaknya temuan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ditengarai oleh sikap cemburu. Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan persepsi individu dan beberapa literature yang menyatakan bahwa sikap cemburu merupakan bentuk alamiah dari keberlangsungan hubungan. Untuk menengahi hal tersebut, maka dilaksanakan penelitian hadis riwayat Al-Darimi nomor indeks 2400 agar terpenuhinya paham mengenai batasan cemburu. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini yaitu; pertama, bagaimana kualitas dan kehujjahan hadis riwayat Al-Darimi nomor 2400. Kedua, bagaimana pemahaman mengenai cemburu yang terpuji dan tercela dalam hadis riwayat Al-Darimi nomor 2400. Ketiga, bagaimana pandangan ilmu psikologi mengenai sikap cemburu. Terkait dengan permasalahan tersebut, peneliti menggunakan penelitian model kualitatif dengan jenis telaah kepustakaan. Teknik penelitian yang digunakan untuk menganalisa kualitas dan kehujjahan hadis adalah kritik sanad, kritik matan, teori sehahihan kehujjahan hadis. Untuk meneliti pemahaman hadis, digunakan metode maanil hadis dengan menggunakan kitab-kitab syarah. Terakhir, digunakan teori disonansi kognitif oleh Leon Festinger untuk memberikan pemahaman sikap cemburu yang disebutkan dalam hadis. Adapun kesimpulan penelitian sejauh ini mendapatkan hasil: Pertama, kualitas hadis riwayat Al-Darimi nomor 2400 adalah daif, sedangkan kehujjahannya hanya sebagai fadailul a’mal. Kedua, cemburu terpuji adalah cemburu yang bersifat antisipatif agar pasangan menjauhi perkara haram, sedangkan cemburu tercela adalah cemburu yang bersifat menjustifikasi dan membatasi hak-hak pasangan. Ketiga, menurut teori disonansi kognitif, cemburu yang berlebihan adalah sebuah disonan dalam rumah tangga, sebab tujuan dari menjalin hubungan adalah terciptanya ketentraman dan kebahagiaan. Disonansi tersebut dapat dikurangi dengan bersikap sebagaimana cemburu terpuji dan menghindari cemburu yang tercela.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mustagfiri, Mohammad Riyyan Arinoriyyanarino@gmail.comE95217069
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorKhodijah, Khodijahuchykhadijah7@gmail.com2010116601
Subjects: Psikologi
Perilaku
Hadis
Keywords: Cemburu terpuji; Cemburu tercela; Disonansi kognitif.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: mohammad riyyan arino mustagfiri
Date Deposited: 25 Jul 2021 11:43
Last Modified: 25 Jul 2021 11:43
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/48905

Actions (login required)

View Item View Item