Konflik Nabi Musa dan Khidir dalam Alquran: analisis penafsiran Wahbah Zuhaili surat al-kahfi Ayat 60-82 dalam tafsir al-munir

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ramadhani, Ghina Rizqiyah (2021) Konflik Nabi Musa dan Khidir dalam Alquran: analisis penafsiran Wahbah Zuhaili surat al-kahfi Ayat 60-82 dalam tafsir al-munir. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ghina Rizqiyah Ramadhani_E03217019.pdf

Download (2MB)

Abstract

Kisah yang terkandung dalam Alquran pada hakikatnya mengandung banyak sekali pelajaran bagi orang-orang yang mau memahaminya secara mendalam, Alquran telah banyak menceritakan kisah orang-orang terdahulu, dari kisah 25 Nabi yang kita kenal, kisah keluarga Nabi serta umatnya. Penelitian ini mengkaji salah satu kisah dalam Alquran yakni kisah Nabi Musa dan Khidir yang termaktub dalam Alquran surah al-Kahfi ayat 60-82 perspektif tafsir al-Munir karya Wahbah Zuhaili. Adapun rumusan masalah yang diambil ialah pertama, bagaimana penafsiran Wahbah Zuhaili terhadap konflik Nabi Musa dan Khidir dalam surah al-Kahfi ayat 60-82? Kedua, apa ibrah yang dapat diambil dari konflik Nabi Musa dan Khidir dalam surah al-Kahfi ayat 60-82 dalam konteks masa sekarang? Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui penafsiran Wahbah Zuhaili terhadap konflik Nabi Musa dan Khidir dalam surah al-Kahfi ayat 60-82 dan untuk mengetahui ibrah yang dapat diambil dari konflik Nabi Musa dan Khidir dalam surah al-Kahfi ayat 60-82 dalam konteks masa sekarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yakni metode yang mempunyai fungsi mencari fakta dengan interpretasi yang tepat. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan historis untuk menganalisa sejarah masa lalu lalu dikaitkan dengan kejadian di masa depan. Adapun teori yang dipakai dalam penelitian yakni teori tahlili yang merupakan teori tafsir yang digunakan untuk menelaah penafsiran secara rinci. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1). Konflik yang terjadi antara Nabi Musa dan Khidir adalah perbedaan pemahaman atau sisi pandang yang berbeda, dimana ketika Nabi Musa selalu menentang dan berprotes atas perbuatan Khidir yang ia saksikan langsung dihadapannya, padahal sejak awal Khidir sudah mengira bahwa Nabi Musa tidak akan mampu kuat dalam belajar bersamanya, namun Nabi Musa tetap kekeh dengan pendiriannya karena ini merupakan perintah dari Allah yang harus ia jalankan. 2). Ibrah atau hikmah yang dapat diambil dari adanya konflik yang terjadi, diantaranya yaitu mengenai adab dalam menuntut ilmu dengan cara berkomunikasi dengan tutur kata yang baik kepada guru melalui online, kesabaran dalam proses belajar agar tidak terjerumus dalam kebosanan dan kemalasandan kebebasan dalam mencari ilmu dengan menggalih potensi diri melalui pembelajaran online diluar pelajaran sekolah.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ramadhani, Ghina Rizqiyahghinarizqiyah019@gmail.comE03217019
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorBakar, Abuabubakaryamani@yahoo.com197304041998031006
Subjects: Al Qur'an > Asbabun Nuzul
Nabi dan Rasul
Al Qur'an
Keywords: Kisah; Nabi Musa; Khidir; Tafsir Wahbah Zuhaili.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Ghina Rizqiyah Ramadhani
Date Deposited: 20 Jul 2021 04:15
Last Modified: 20 Jul 2021 04:15
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/48642

Actions (login required)

View Item View Item