Hubungan resiliensi siswa keluarga broken home terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam di SD al-Ichsan Surabaya.

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Rahmawati, Arumdina (2020) Hubungan resiliensi siswa keluarga broken home terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam di SD al-Ichsan Surabaya. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Arumdina Rahmawati_F12316220.pdf

Download (2MB)

Abstract

Tesis ini membahas tentang Hubungan Resiliensi Siswa Keluarga Broken Home dengan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di SD al-Ichsan Surabaya. Adapun rumusan masalah pada tesis ini adalah: 1) Bagaimana resiliensi siswa keluarga broken home di SD al-Ichsan Surabaya. 2). Apakah terdapat hubungan antara resiliensi siswa keluarga broken home pada prestasi belajar pendidikan agama Islam di SD al-Ichsan Surabaya. Model atau bentuk penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kuantitatif yang berupa menghitung data, mengelolah, menganalisis, dan menafsirkan data-data hasil statistik dari responden. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi antara resiliensi siswa keluarga broken home (variabel X) dan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (variabel Y) menunjukkan dengan tingkat korelasi R (rxy) sebesar 0,781 dan R Square atau (Koefisien Determinasinya) adalah 0,610. Hal ini menunjukkan bahwa resiliensi siswa keluarga broken home berpengaruh terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa sebesar 61%. Sedangkan selebihnya dipengaruhi faktor lain yaitu dari diri sendiri (faktor internal), yakni kondisi atau keadaan jasmaniah (aspek fisiologis) dan keadaan rohaniah (aspek psikologis siswa), faktor sosial, faktor non sosial, dan pendekatan belajar. Berdasarkan hasil penelitian di SD al-Ichsan Surabaya dapat diperoleh kesimpulan bahwa: Resiliensi siswa keluarga broken home di SD al-Ichsan Surabaya adalah dengan mengajarkan pendidikan agama Islam sejak usia dini, menyekolahkan di sekolahan Islam, Mengajarkan puasa wajib dan sunnah. Dalam hal akhlak mencontohkan perilaku yang baik, disiplin, sopan santun, kemandirian, menyuruh mengaji, selalu memarahi ketika anak telah melakukan kesalahan. Kemudian cara memecahkan masalah melalui pendidikan agama Islam sebagai pembentukan resiliensi siswa adalah dengan cara menasehati dengan menyentuh hati dan perasaan, selalu bersabar dan berdo’a, menanyakan segala masalah yang ada, memecahkan masalah dengan mencari tahu penyebab dari masalah tersebut dan setelah itu mencari solusi yang tepat dan sesuai. Sedangkan kesimpulan dari hubungan resiliensi siswa keluarga broken home dengan prestasi belajar pendidikan agama Islam tergolong memiliki korelasi yang kuat. Hal ini berarti menunjukkan adanya hubungan searah, semakin tinggi resiliensi siswa keluarga broken home maka semakin tinggi pula prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Rahmawati, Arumdinaarumdina_r@yahoo.comF12316220
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSuryani, Suryanisuryanifpk@uinsby.ac.id2012087701
Thesis advisorJunaedi, Junaediulul_masedi@yahoo.com2024126501
Subjects: Broken Home
Psikologi
Psikologi > Psikologi Anak
Keywords: Resiliensi siswa; Keluarga Broken Home; Prestasi Belajar; Pendidikan Agama Islam.
Divisions: Program Magister > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: ARUMDINA RAHMAWATI
Date Deposited: 14 Jul 2021 06:47
Last Modified: 14 Jul 2021 06:47
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/48289

Actions (login required)

View Item View Item