Analisis hukum islam terhadap penolakan pelaksanaan kewajiban suami yang dipaksa menikah karena menghamili di Desa Wadung Kecamatan Soko Kabupaten Tuban

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ali, Nurudin (2020) Analisis hukum islam terhadap penolakan pelaksanaan kewajiban suami yang dipaksa menikah karena menghamili di Desa Wadung Kecamatan Soko Kabupaten Tuban. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Nurudin Ali_C01213070.pdf

Download (2MB)

Abstract

Data Penelitian ini dihimpun dengan pendekatan dekskriptif analisis dengan pola pikir deduktif. Dengan memaparkan data yang telah dikumpulkan berdasarkan fakta-fakta yang ada di lapangan, diolah dan dianalisis menggunakan teori Hukum Islam. peneliti memaparkan latar belakang tentang penolakan suami untuk melaksanakan kewajiban yang dipaksa menikah karena mengahamili. Hasil penelitian ini memberi (dua) kesimpulan yaitu: (1) pihak laki-laki merasa tertekan karena paksaan untuk melangsungkan perkawinan dengan perempuan yang sudah dihamilinya, sekalipun keduanya melakukan pernikahan secara sah menurut hukum Islam dan hukum positif, namun pihak suami tidak mau memberikan kewajibannya kepada isterinya. Padahal si isteri sudah merelakan untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada suaminya. Sehingga dalam kasus ini menyebabkan si isteri tidak mendapatkan kewajiban dari suaminya baik lahir maupun batin. (2) menurut Hukum Islam seorang suami tidak boleh melakukan penolakan atas kewajibannya terhadap isterinya. Dengan terjadinya perkawinan yang sah, maka seorang suami tidak dibenarkan mengabaikan kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan istrinya, baik nafkah lahiriah maupun nafkah batiniah. Terlepas dari keterpaksaannya untuk mengawininya, selama mereka masih dalam ikatan suami-istri yang sah menurut hukum Islam dan hukum positif, maka tidak ada alasan untuk mengabaikan tanggung jawabnya kepada isterinya, sebagaimana yang sudah di ataur dalam KHI pasal 80.Berdasarkan hasil penelitian di atas, hendaknya seorang laki-laki harus bisa menjaga syahwatnya agar tidak terjerumus kepada perbuatan zina yang di larang. Kemudian, jika seorang laki-laki sudah terlanjur berbuat demikian, hendaknya bertaubat dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Pertanggung jawaban tersebut dengan menikahi perempuan yang sudah dihamilinya, dan berlaku baik kepada isterinya, sehingga segala hak-kewajibannya akan terlaksana sebagaimana yang sudah menjadi ketentuan dalam Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ali, Nurudinaly.noordin93@gmail.comC01213070
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSholihudin, Muh.msholihuddin@uinsby.ac.id2025077701
Subjects: Perkawinan
Keywords: Perkawinan; Zina; Kawin paksa.
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Nurudin Ali
Date Deposited: 10 Jun 2021 11:27
Last Modified: 10 Jun 2021 11:27
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/47834

Actions (login required)

View Item View Item