KOMUNIKASI GURU PENDAMPING PENDIDIKAN INKLUSI : STUDI KASUS SISWA HIPERAKTIF DI SDN LEMAHPUTRO 1 SIDOARJO

Kurniawati, Kholifatun (2014) KOMUNIKASI GURU PENDAMPING PENDIDIKAN INKLUSI : STUDI KASUS SISWA HIPERAKTIF DI SDN LEMAHPUTRO 1 SIDOARJO. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (178kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (164kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (267kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (422kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (386kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (447kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (313kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (772kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (170kB) | Preview

Abstract

Ada dua persoalan yang hendak dikaji dalam skripsi ini, yaitu (1) Bagaimana proses komunikasi guru pendamping dengan siswa hiperaktif dalam pendidikan inklusi di Sekolah Dasar Negeri Lemahputro 1 Sidoarjo?, (2) Bagaimana cara guru pendamping berkomunikasi dengan siswa hiperaktif di SDN Lemahputro 1 Sidoarjo?
Untuk mengungkap persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam, dalam penelitian ini digunakanlah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi yaitu memahami arti peristiwa dan kaitannya terhadap orang-orang yang berada dalam situasi tertentu, yang berguna untuk memberikan fakta dan data mengenai komunikasi guru pendamping dengan siswa hiperaktif, kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan teori pengungkapan diri atau Self Disclosure. Sasaran dalam penelitian ini adalah komunikasi guru pendamping dengan siswa hiperaktif. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam kepada informan. Teknik analisis data ditempuh melalui tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. dan teknik keabsahan data menggunakan kepercayaan (kreadibility), kebergantungan (dependability), dan kepastian (konfermability).
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Proses komunikasi guru pendamping pada anak hiperaktif adalah langkah-langkah yang dilakukan guru pendamping dengan siswa hiperaktif untuk melakukan kegiatan komunikasi. Langkah-langkah tersebut adalah memahami, melatih, sabar, membangkitkan kepercayaan diri, mengenali minat siswa, dan berbicara. (2) Cara komunikasi yang dilakukan oleh guru pendampimg kepada siswa hiperaktif adalah menggunakan komunikasi antarpribadi yang terdiri dari pesan verbal maupun nonverbal. Pesan verbal yang diberikan yaitu pesan verbal yang bersifat motivasional, hukuman (punishment), pujian (reward), serta kata yang tidak bersifat baku. Dalam pesan nonverbal menggunakan pesan kinesik berupa penggunaan gerakan tubuh dalam proses komunikasi dan pesan paraliungstik yaitu nada dan kecepatan (ritme) dalam pemberian pesan verbal. Pesan yang disampaikan harus berulang-ulang jika anak tidak mengerti.
Bertitik dari penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi peningkatan sekolah dengan setting inklusi. (1) Penambahan SDM untuk guru pedamping agar siswa berkebutuhan khusus bisa terlayani dengan baik dan maksimal. (2) Kegiatan sosialisasi yang bisa dilakukan kepada guru kelas dan para staff SDN Lemahputro 1 terhadap pengetahuan tentang pendidikan inklusi dilakukan setiap awal semester pada setiap tahunnya

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Aswadi
Uncontrolled Keywords: Guru Pendamping; Pendidikan Inklusi; Siswa Hiperaktif
Subjects: Komunikasi Islam > Komunikasi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Editor: Talkah------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 09 Feb 2015 06:31
Last Modified: 09 Feb 2015 06:31
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/469

Actions (login required)

View Item View Item