Profil penalaran plausible peserta didik dalam pemecahan masalah pembuktian matematika ditinjau dari gaya berpikir

Aristanti, Dinda (2021) Profil penalaran plausible peserta didik dalam pemecahan masalah pembuktian matematika ditinjau dari gaya berpikir. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Dinda Aristanti_D04216004.pdf] Text
Dinda Aristanti_D04216004.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penalaran plausible dalam pemecahan masalah pembuktian merupakan penalaran dengan memberikan argumentasi matematis logis yang berdasarkan pada teorema-teorema, fakta-fakta, atau definisi-definisi yang relevan dengan masalah yang ada sehingga dapat meyakinkan kebenaran jawaban yang diberikan. Peserta didik yang memiliki gaya berpikir sekuensial abstrak maupun sekuensial konkret dianggap mampu melakukan penalaran plausible dalam pemecahan masalah pembuktian matematika dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses penalaran plausible peserta didik yang memiliki gaya berpikir sekuensial abstrak dan sekuensial konkret dalam memecahkan masalah pembuktian matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang diambil dari kelas X MIPA 1 di MAN 1 Mojokerto yang terdiri dari 2 peserta didik sekuensial abstrak dan 2 peserta didik sekuensial konkret. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara berbasis tugas. Hasil dari wawancara berbasis tugas dianalisis berdasarkan indikator penalaran plausible dalam pemecahan masalah pembuktian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penalaran plausible peserta didik bergaya pikir sekuensial abstrak yaitu: Pada tahap memahami masalah berada pada situasi problematik, menyebutkan yang diketahui dan yang ditanyakan, menyebutkan materi yang menjadi prasyarat. Pada tahap membuat koneksi menyebutkan teorema. Pada tahap menentukan ide utama menjelaskan rencana pemecahan masalah, menyebutkan ide pemecahan masalah, pada tahap menyusun bukti menyusun bukti dan argumentasi dengan logis, lengkap, dan runtut. Pada tahap merefleksi memberikan simpulan, melakukan pemeriksaan ulang namun masih kurang teliti, meyakini kebenaran jawaban. Proses penalaran plausible peserta didik bergaya pikir sekuensial konkret yaitu: pada tahap memahami masalah berada pada situasi problematik, menyebutkan yang diketahui dan ditanyakan, menyebutkan materi prasyarat. Pada tahap membuat koneksi menyebutkan teorema. Pada tahap menentukan ide utama menjelaskan rencana pemacahan masalah namun tidak sesuai dengan teorema ide pemecahan masalah berdasarkan yang diketahui pada soal bukan teorema sehingga tidak tepat. Pada tahap menyusun bukti menyusun bukti dan argumentasi logis namun kurang lengkap. Pada tahap merefleksi memberikan simpulan, melakukan pemeriksaan ulang, meyakini kebenaran jawaban.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Penalaran Plausible; Pembuktian Matematika; Sekuensial Abstrak; Sekuensial Konkret.
Subjects: Matematika
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Matematika
Depositing User: Dinda Aristanti
Date Deposited: 18 Feb 2021 09:54
Last Modified: 18 Feb 2021 09:54
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/46540

Actions (login required)

View Item
View Item