Analisis mikroplastik pada sedimen, air, dan kupang putih (Corbula faba Hinds) di perairan Kepetingan Sidoarjo, Jawa Timur

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Firmansyah, Moch Dimas Firmansyah (2020) Analisis mikroplastik pada sedimen, air, dan kupang putih (Corbula faba Hinds) di perairan Kepetingan Sidoarjo, Jawa Timur. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Moch Dimas Firmansyah_H74216035.pdf

Download (2MB)

Abstract

Salah satu sampah yang banyak ditemukan di laut yaitu sampah plastik. Beberapa tahun belakangan ini ditemukan bahwa plastik yang berada di lautan bukan hanya plastik berukuran besar saja, tetapi ditemukan juga plastik yang berukuran mikro atau biasa disebut mikroplastik. Keberadaan mirkoplastik di pesisir lautan memberikan dampak negatif terhadap kehidupan di dalam laut. Salah satu biota laut yang bisa terkontaminasi adalah jenis kupang putih (Corbula faba Hinds). Kupang putih merupakan salah satu hewan yang hidupnya di sedimen. Salah satu daerah penghasil kupang putih yaitu Sidoarjo, dimana hasil tangkapan kupang putih melimpah. Perairan Sidoarjo memiliki substrat sedimen yang berlumpur, dimana lumpur merupakan habitat tempat perkembangbiakan kupang putih. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik sedimen serta kandungan mikroplastik dari jenis fragmen, fiber dan film pada sedimen, air, dan kupang putih di perairan Sidoarjo. Pengamatan dilakukan di tiga stasiun yang memiliki karakteristik berbeda dengan pengujian berbasis laboratorium untuk sedimen, air, dan kupang putih. Analisis mikroplastik pada sedimen dan air menggunakan pengujian laboratorium dengan pengamatan mikroskop. Analisis mikroplastik di kupang putih menggunakan spektrofotometrik. Hasil pengayakan menunjukkan sedimen paling dominan dari fraksi lempung dengan presentase tertinggi 66%, kemudian fraksi pasir dengan presentase tertinggi sebesar 26%, selanjutnya dari fraksi debu dengan presentase tertinggi 15%, dan yang terakhir dari fraksi kerikil dengan presentase tertinggi 3%. Mikroplastik di sedimen yang paling sering dijumpai yaitu jenis fiber dengan kepadatan keseluruhan 348 ind/m³, kemudian dari jenis fragmen dengan kepadatan keseluruhan 244 ind/m³, yang terakhir dari jenis film dengan kepadatan keseluruhan 144 ind/m³ . Mikroplastik di air yang paling sering dijumpai dari jenis fragmen dengan kepadatan keseluruhan 85,5 ind/m³, kemudian dari jenis film dengan kepadatan 71,3 ind/m³, dan yang terakhir dari jenis fiber dengan kepadatan 45,7 ind/m³. Kupang putih yang dijumpai di tiga stasiun menunjukkan terindikasi mikroplastik di dominasi dari jenis fiber dengan rentang presentase 78%-80%, fragmen dengan rentang presentase 14%-15%, dan film dengan rentang presentase 5%-7%.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Firmansyah, Moch Dimas Firmansyahdxmsfr@gmail.comH74216035
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorNoverma, Novermanoverma18@gmail.com2018118102
Thesis advisorMauludiyah, Mauludiyahmauludiyah17@gmail.com2017118204
Subjects: Ilmu Kelautan
Keywords: Corbula faba Hinds; Desa Kepetingan; Mikroplastik; Sedimen.
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Studi Ilmu Kelautan
Depositing User: Moch Dimas Firmansyah Dimas
Date Deposited: 10 Feb 2021 10:50
Last Modified: 10 Feb 2021 10:50
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/46382

Actions (login required)

View Item View Item