Relasi sosial umat Konghucu dalam melestarikan tradisi keagamaan di Klenteng Eng An Bio Bangkalan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ningsih, Dwi Rahmawati (2021) Relasi sosial umat Konghucu dalam melestarikan tradisi keagamaan di Klenteng Eng An Bio Bangkalan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Dwi Rahmawati Ningsih _E02217011.pdf

Download (2MB)

Abstract

Berbicara tentang interaksi sosial pada masyarakat Indonesia, setiap umat beragama di Indonesia membangun relasi sosial antar umat beragama dengan baik. Seperti umat Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, Konghucu. Masyarakat Madura khususnya Bangkalan yang kebanyakannya adalah muslim “fanatik”. Dari kegelisahan fenomena tersebut, oleh karenanya tujuan penelitian ini adalah untuk memahami, menganalisis dan menjelaskan relasi sosial yang dilakukan pada masyarakat Tionghoa kepada masyarakat muslim Bangkalan dan untuk mengetahui upaya menjaga tradisi keagamaannya di Klenteng Eng An Bio. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dan skripsi ini menggunakan teori struktural fungsionalisme dari Talcott Parsons tentang proses relasi sosial agama Konghucu dengan masyarakat Bangkalan. Terbentuknya relasi sosial yang dilakukan umat Konghucu dan masyarakat muslim di Bangkalan menjadi tiga bagian: yang pertama, pada setiap bulan mereka umat Konghucu membagikan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu. Kedua secara eksternal yang dimana dalam setiap tahun baru Imlek juga berantusias dalam membagikan angpao (uang) serta dalam kegiatan ini di ikuti oleh masyarakat Bangkalan. Ketiga masyarakat Bangkalan yang beragama muslim mengajak masyarakat Tionghoa untuk ikut serta dalam acara 1 Muharom. Dan upaya untuk melestarikan yang dari Klenteng Eng An Bio Bangkalan. Dengan seiring perkembangan zaman tokoh-tokoh dari Klenteng Eng An Bio yang berada di Kabupaten Bangkalan melakukan inovasi yang berupa membuat semacam mengkombinasikan dengan kearifan lokal dan mengembangkan ajaran dari media masa. Jadi relasi sosial yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa berupa melakukan kegiatan sosial dan upaya yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa dalam menjaga tradisi keagamaan adalah dengan melakukan inovasi yang berupa bentuk ajaran.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ningsih, Dwi Rahmawatirahmawatidwi177@gmail.comE02217011
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRosidah, Feryani Umiferyani66@gmail.com2008026901
Subjects: Budaya - Agama
Hubungan Masyarakat
Agama dan Ilmu Pengetahuan
Keywords: Relasi sosial; Tradisi; Klenteng Eng An Bio.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Studi Agama - Agama
Depositing User: Dwi Rahmawati Ningsih
Date Deposited: 09 Feb 2021 13:27
Last Modified: 10 Feb 2021 03:43
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/46345

Actions (login required)

View Item View Item