Pemikiran Amina Wadud dan Mary Wollstonecraft tentang pengasuhan anak dalam keluarga perspektif Hukum Islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Gunawan, Nur Sofiyah (2021) Pemikiran Amina Wadud dan Mary Wollstonecraft tentang pengasuhan anak dalam keluarga perspektif Hukum Islam. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Nur Sofiyah Gunawan_C91217072.pdf

Download (2MB)

Abstract

Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian kepustakaan (library research) ini dapat dilakukan dengan membaca, memahami, serta mengelompokkan data-data yang sudah didapatkan, setelah itu dianalisis dengan menguraikan data dengan kalimat yang jelas dan terperinci atau deskriptif hingga dalam penelitian ini dapat mengemukakan teori dari pemikiran Amina Wadud serta Mary Wollstonecraft tentang pengasuhan anak dalam keluarga dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa; satu, Amina Wadud berkeyakinan bahwa membesarkan anak merupakan kewajiban yang harus bersama-sama dilakukan untuk menjaga kedekatan hubungan antara orang tua dan anak. Dalam hal ini, jika keadaan keuangan keluarga sedang buruk, meskipun pekerjaan bukan merupakan kewajiban istri, istri dapat bekerja membantu suaminya. Dengan pengasuhan anak dalam keluarga yang dilakukan bersama, akan memperkuat hubungan dan memberi istri kesempatan untuk bekerja demi kesejahteraan keluarga; kedua, Mary Wollstonecraft berpendapat bahwa mengasuh anak merupakan kewajiban yang harus dilakukan bersamaan dan penyusuan tidak boleh dilakukan oleh orang lain (wet-nursing). Orang tua, dan khususnya istri, harus mendapatkan pendidikan yang nantinya akan menjadi istri dan ibu yang baik, dan pada akhirnya memberikan kontribusi yang positif bagi keluarga dan masyarakat; ketiga, pengasuhan anak dalam keluarga yang dipaparkan oleh Amina Wadud dan Mary Wollstonecraft sesuai dengan ajaran Hukum Islam menurut perspektif fiqh munakahat dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) karena had{a>nah merupakan hak anak dan wajib halnya untuk diberikan kepada anak oleh orang tuanya, terutama yang belum mencapai mumayyiz. Keduanya memiliki tanggung jawab yang sama untuk pengasuhan anak. Berdasar kesimpulan tersebut, penulis menyarankan pada istri yang bekerja di luar rumah tidak boleh lalai dalam mengasuh anaknya dan mengurus keluarga karena hal itu merupakan kewajiban sebagai seorang istri dan ibu yang tak akan pernah hilang. Suami wajib mencari nafkah, tetapi harus memahami perannya selaku ayah yang mendidik dam mengasuh anak berdasarkan ajaran hukum Islam. Suami dan istri akan lebih baik untuk mengasuh anaknya sendiri dan jika ingin mengasuhkan anaknya kepada orang lain harus tetap memperhatikan syarat dan kualitas dari pengasuh agar sang anak tetap mendapatkan perawatan dan pengasuhan yang baik sesuai dengan aturan dalam Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Gunawan, Nur Sofiyahnsgunawan99@gmail.comC91217072
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorNaily, Nabielanaily_iain@yahoo.co.id2026028101
Subjects: Hukum > Hukum Perdata Islam
Keluarga > Keluarga - Anak
Orang tua dan Anak
Keywords: Hadhanah; Pengasuhan Anak; Feminis.
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Nur Sofiyah Gunawan
Date Deposited: 25 Jan 2021 11:00
Last Modified: 25 Jan 2021 11:00
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/45755

Actions (login required)

View Item View Item