Pemanfaatan protein ampas tahu sebagai bahan dasar pembuatan Bioplastik (Plastik Biodegradable)

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Suryani, Rindri Ruri (2021) Pemanfaatan protein ampas tahu sebagai bahan dasar pembuatan Bioplastik (Plastik Biodegradable). Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Rindri Ruri Suryani_H75216047.pdf

Download (3MB)

Abstract

Upaya penanggulangan permasalahan sampah plastik telah banyak dikembangkan dengan bahan baku dari polimer alami plastik biodegradable,sehingga plastik menjadi ramah lingkungan. Plastik biodegradable dapat terbuat dari sumber protein, salah satunya limbah tahu. Ampas tahu merupakan limbah padat tahu yang memiliki sifat protein yang hampir mirip dengan kedelai. Pembuatan bioplastik berbahan dasar ampas tahu bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik yang meliputi kuat tarik bioplastik, elongation at break, nilai ketebalan, dan mengetahui lama bioplastik terdegradasi oleh tanah serta mengetahui gugus fungsi yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimantal di laboratorium yang diawali dengan isolasi ampas tahu, ekstraksi protein, proses pembuatan bioplastik, tahap pengujian dan analisis data. Pembuatan bioplastik membutuhkan Plasticizer, filler dan kitosan untuk meningkatkan sifat fleksibel pada film plastik yang dihasilkan. Plasticizer yang digunakan pada penelitian ini adalah gliserolvegetable yang terdapat 2 jenis variasi yaitu gliserol 30%, 40%, 50% (A1, A2, A3) dan gliserol 30%, 40%, 50% dengan penambahan kitosan 5 ml (B1, B2, B3). Pengujian dilakukan untuk menegetahui sifat mekanik yang meliputi kuat tarik, ketebalan, elongation at break, uji gugus fungsi dan uji biodegradasi. Nilai kuat tarik bioplastik dari protein ampas tahu berkisar 1.04-2.12 MPa. Sedangkan nilai elongation at break tertinggi terdapat pada sampel B1 gliserol 40% dan larutan kitosan 5 ml sebesar 2.2% dan nilai elongation at break terkecil terdapat pada sampel A1 gliserol 30% sebesar 1.2%. Daya serap air tertinggi bioplastik dari protein ampas tahu terdapat pada sampel A3 gliserol 50% sebesar 196 % . Sedangkan daya serap terendah terdapat pada sampel A1 gliserol 30% sebesar 49.7%. Bioplastik dari protein ampas tahu dapat terurai secara sempurna dalam jangka waktu 7-14 hari. Sedangkan hasil uji FTIR menunjukkan bahwa senyawa yang tekandung didalamnya tidak terdapat gugus fungsi baru dan merupakan senyawa kompleks.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Suryani, Rindri Ruririndri.ruri1197@gmail.comH75216047
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorHakim, Abdulabdul.hakim@uinsby.ac.id2006088001
Thesis advisorYusrianti, Yusriantiyusrianti_sabang@uinsby.ac.id2022108201
Subjects: Teknik Lingkungan
Keywords: Biodegradable plastik Kitosan; Gliserol; Sifat Mekanik; Ampas Tahu.
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Studi Tehnik Lingkungan
Depositing User: Rindri ruri suryani
Date Deposited: 19 Jan 2021 02:38
Last Modified: 19 Jan 2021 02:38
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/45693

Actions (login required)

View Item View Item