Preventivasi konflik rumah Tangga dalam tafsir alquran tematik kementrian agama RI

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Fathi, Ahmad (2020) Preventivasi konflik rumah Tangga dalam tafsir alquran tematik kementrian agama RI. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ahmad Fathi_E03216002.pdf

Download (1MB)

Abstract

Keharmonisan rumah tangga ditopang antara lain oleh kepiawaian individu dalam hal manajemen konflik. Dalam setiap pernikahan, betapapun harmonis, selalu terelip konflik. Mencermati fakta tersebut, di Indonesia tampak bahwa banyak pasangan yang kurang mampu mengatasi konflik internal. Sepanjang tahun 2015, tercatat 347.266 kasus perceraian. Angka tersebut terbilang cukup tinggi—untuk tidak mengatakan memprihatinkan. Kendati demikian bukan berarti konflik adalah hal yang tidak dapat diatasi dan menjadi rambu negatif bagi individu untuk mengambil keputusan menikah.Tingginya angka perceraian merefleksikan bahwa pernikahan merupakan jenjang yang perlu persiapan sedemikian rupa. Berbagai cabang keilmuan telah menyumbangkan rumusan tentang bagaimana seharusnya pasangan dalam mengatasi konflik. Misalnya, dalam ilmu komunikasi dijelaskan bahwa tingkat komunikasi yang baik antar pasangan menjadi salah satu aspek keharmonisan rumah tangga. Selain ilmu komunikasi, keilmuan lain yang memberikan pendasaran mengenai bagaimana mengatasi konflik adalah agama. Islam mislanya telah memberikan panduan tentang manajemen konflik rumah tangga, namun pada dataran lebih lanjut paradigma agama tidak mendapat perhatian yang lebih.Bertolak dari latar belakang di atas, riset ini membedah mencegah konflik dalam rumah tangga dengan solulsi yang berdasarkan tafsir Alquran, dalam hal ini tafsir yang digunakan adalah tafsir tim Kemenag RI. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir maudu’i, dan metode deskriptif-analitik untuk membedah data tafsir. Adapaun rumusan masalahnya adalah, pertama, bagaimana preventif konflik menurut tafsir kemenag. Kedua, bagaimana analisis implikasi terhadap kehidupan rumah tangga. Ketiga, bagaimana kritik terhadap penafisran preventif konflik. Temuan penelitian ini adalah, tim penulis tafsir menyatakan bahwa untuk mencegah konflik, pasangan harus membiasakan diri melakukan musyawarah bersama pasangan, membagi peran dengan fleksibel (berdasarkan agama dan norma sosial), dan fokus pada kelebihan pasangan. sedangkan pada analisis implikatif, penelitian ini menghasilkan bahwa tim penafsir menempatkan komunikasi sebagai paradigma utama, baik ketika musyawarah, maupun membagi peran. Keduanya meniscayakan pasangan harus melakukan komunikasi dengan efektif, misalnya memberhatikan kata yang dipilih, waktu, dan tempat. Sedangkan pada analisis ktirik, penelitian ini memunculkan simpulan bahwa dalam pembagian peran menurut norma sosial, tim penafsir menggunakan konsep Jawa, kanca wingking, dan menggiring pada rumusan yang partiarkhis, sedangkan konsep tersebut harus dipahami dalam jaringan budaya Jawa yang utuh, sehingga nampak aspek egaliternya

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Fathi, Ahmadahiachmadfatchi@gmail.comE03216002
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorkholid, abd.alidoktaf@gmail.com2002026501
Subjects: Dakwah > Konflik
Keluarga > Keluarga Islam
Tafsir
Keywords: Perceraian; pencegahan konflik.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Ahi ahmad fathi
Date Deposited: 20 Nov 2020 11:01
Last Modified: 20 Nov 2020 11:01
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/45138

Actions (login required)

View Item View Item