Pemikiran politik K.H. Muhammad Shiddiq

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mubarok, Asep Syahrul (2020) Pemikiran politik K.H. Muhammad Shiddiq. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Asep Syahrul Mubarok_F02917255.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi K.H. Muhammad Shiddiq serta Pemikiran Politiknya. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi naratif dan hermeneutika sosial. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumentasi. Sementara pemeriksaan atau pengecekan keabsahan datanya menggunakan kritik sejarah yakni kritik internal dan eksternal terhadap sumber sejarah. Sedangkan teknik analisis data melalui lima tahapan, yaitu identifikasi, kategorisasi, sintesisasi, penyajian data, dan interpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammad Shiddiq merupakan sosok Mursyid Tarekat Qa>diriyyat wa al-Naqshabandiyyat yang alim namun tetap terlibat dalam kehidupan modern. Muhammad Shiddiq pernah menjabat sebagai kepala Desa Piji lebih dari 30 tahun, menjadi anggota DPRD Kabupaten Kudus dua periode dari perwakilan partai Golkar, serta merupakan Ketua MUI Kabupaten Kudus periode pertama dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kudus pada periode selanjutnya. Selain itu, Muhammad Shiddiq juga aktif dalam dunia pendidikan. Muhammad Shiddiq memiliki pandangan politik bahwa politik bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan umat dan menumbuhkan nilai-nilai agama dalam masyarakat. Sedangkan landasan kehidupan berpolitik adalah tata nilai agama, dalam hal ini adalah agama Islam. Selian itu, Muhammad Shiddiq juga memiliki pandangan perihal kekuasaan politik. Menurutnya, ulama harus memiliki kuasa sebagai penasihat pemerintah. Bahkan jika memungkinkan maka ulama perlu memiliki kekuasaan politik dalam struktur pemerintahan. Dalam hal tujuan politik, pemikiran Muhammad Shiddiq akan terlihat sejalan dengan al-Farabi (870-950 M), al-Mawardi (975-1059 M), al-Ghazali (1058-1111 M), Ibn Taymiyyat (1263-1329 M), dan Ibn Khaldun (1332-1406 M). Mengenai landasan kehidupan berpolitik, pemikiran Kiai Shiddiq sejalan dengan al-Mawardi, al-Ghazali, H{usain Haikal (1888-1956 M), Arkoun (1928-2010 M) dan Sayyid Qut}b (1906-1966 M). Sedangkan mengenai kekuasaan politik, pemikiran Muhammad Shiddiq sejalan dengan al-Ghazali dan H{usain Haikal namun berseberangan dengan al-Maududi (1903-1979 M), Hasan al-Banna (1906-1949 M), Sayyid Qut}b, ‘Ali ‘Abd al-Ra>ziq (1886-1966 M) dan Taha Husain (1889-1973 M). Selanjutnya, mengenai genealogi pemikiran politik Muhammad Shiddiq, secara historis pemikirannya dipengaruhi kuat oleh al-Ghazali. Sedangkan jika ditinjau secara sosiologis pemikiran Muhammad Shiddiq tampak dipengaruhi oleh kondisi sosio-politik ketika itu, yakni kurang berkembangannya keberagamaan masyarakat Desa Piji dan ketidakharmonisan hubungan ulama dan umara.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mubarok, Asep Syahrulustadzsh@gmail.comF02917255
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorAditoni, Agusagaditoni@yahoo.com2002106201
Subjects: Politik
Politik > Politik Islam
Keywords: Pemikiran politik; Kiai; K.H. Muhammad Shiddiq.
Divisions: Program Magister > Dirasah Islamiyah
Depositing User: Asep Syahrul Mubarok
Date Deposited: 22 Oct 2020 06:38
Last Modified: 22 Oct 2020 06:38
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/44700

Actions (login required)

View Item View Item