Masyarakat santri dan pariwisata: kajian makna ekonomi dan religius

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Anshori, Isa (2020) Masyarakat santri dan pariwisata: kajian makna ekonomi dan religius. Nizamia Learning Center, Sidoarjo. ISBN 9786232652194

[img] Text
Isa Anshori_Masyarakat Santri.pdf

Download (18MB)

Abstract

Buku "Masyarakat Santri dan Pariwisata" ini merupakan hasil penelitian terhadap perkembangan dan perubahan kehidupan masyarakat santri seiring dengan dikembangkannya pariwisata, menggunakan "Grounded Research". Berusaha memahami dan mengungkapkan secara faktual tentang makna pariwisata bagi masyarakat santri, difokuskan pada kajian makna ekonomi dan religius, nilai-nilai dan kepentingan-kepentingan yang melandasi, strategi yang diterapkan masyarakat santri, serta pola hubungan status ekonomi, paham keagamaan dan makna pariwisata. Ada relevansi antara polarisasi status ekonomi dan paham keagamaan dengan makna parwisata. Bagi wong mlarat, pemberian makna lebih ditentukan oleh faktor ekonomi, sedangkan bagi wong sugeh dan wong cukup, lebih ditentukan oleh faktor religius. Keduanya sama-sama penting, bahkan berproses (sekalipun tidak serempak dan hampir tidak diketahui kausalitasnya): selain itu ada faktor lain, yaitu politik. Penulis mengelak tesa yang dikemukakan oleh Ahmad Fedyani Syaifuddin, Clifford Geertz dan Muhammad Sobary, serta tipologi Abangan, Santri dan Priyayi yang dikemukakan oleh Clifford Geertz. Konflik dan integrasi tidak hanya terjadi karena paham keagamaan, tetapi bisa juga karena kepentingan ekonomi; proses selanjutnya lebih mengarah pada polarisasi. Keberhasilan ekonomi bukan hanya ditentukan oleh keadaan yang dibanggakan oleh ajaran agama berbeda jauh dari persepsi wiraswasta terhadap situasi yang sesungguhnya, mutu ajaran agama juga mempunyai peran. Keberagamaan tidak semata-mata ditentukan oleh faktor ekonomi, tetapi justru tingkat keberagamaan seseorang bisa mendorong perilaku ekonomi yag mengarah pada pencapaian hasil lebih tinggi; disamping itu ada faktor-faktor lain, seperti pemilikan modal, kemampuan mengelola, dan kondisi politik yang memungkinkan bagi individu-individu untuk mengembangkan ekonomi. Dalam kehidupan sekarang, nilai religius tetap diperhatikan, hanya saja orientasi dan kadar realisasinya oleh setiap individu terpolarisasi. Ada yang lebih berperhatian besar terhadap tradisi, kemurnian ajaran Islam, dan ada pula yang tidak mempertentangkan antara tradisi dengan kemurnian ajaran Islam. Polarisasi orientasi dan kadar perhatian tersebut bisa dilihat pada perilaku sehari-hari, baik dalam kegiatan ekonomi maupun beragama.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Book
Creators:
CreatorsEmailNIM
Anshori, Isaisaanshori67@gmail.com2006056701
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
UNSPECIFIED., .UNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Ekonomi Islam
Sosiologi Islam
Keywords: Masyarakat santri; pariwisata
Divisions: Karya Ilmiah > Buku
Depositing User: Dr., M.Si. Isa Anshori
Date Deposited: 02 Sep 2020 04:17
Last Modified: 02 Sep 2020 04:17
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/43460

Actions (login required)

View Item View Item