Makna ritual Sura pada aliran Purwa Ayu Mardi Utama di Banyuwangi

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Imaniari, Elyta (2020) Makna ritual Sura pada aliran Purwa Ayu Mardi Utama di Banyuwangi. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negri Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Elyta Imaniari_E92216048.pdf

Download (2MB)

Abstract

Suran, merupakan sebuah istilah yang sering digunakan oleh umat Islam, suran berawal dari adanya akulturasi budaya dan agama. masyarakat menganggap bahwa suran adalah salah satu dari ragam budaya jawa. Ritual yang diperingati pada Bula Muharram dalam kalender Islam ini menjadi sebuah ritual yang sering dilaksanakan oleh umat muslim maupun orang jawa. Pada saat Islam masuk di Indonesia tentunya mengalami berbagai macam lika-liku, maka pada saat itu Islam berjalan bergandengan dengan budaya sehingga budaya yang telah melekat dalam masyarakat sedikit demi sedikit di konstruk dengan ajaran-ajaran Islam.Skripsi ini membahas mengenai makna ritual suran yang dilaksanakan oleh aliran Purwa Ayu Mardi Utama (PAMU) di daerah Banyuwangi. Bagaimana makna ritual suran bagi para penganut aliran Purwa Ayu Mardi Utama (PAMU). Adapun ritual suran yang dilaksanakan oleh aliran Purwa Ayu Mardi Utama (PAMU) ini memiliki perbedaan dengan ritual suran yang dilaksanakan oleh umat muslim. Dengan tujuan penelitian adalah: 1. Untuk menjelaskan dan memahami tatacara yang dilakukan pengikut Purwa Ayu Mardi Utama (PAMU) pada saat upacara suran. 2. Untuk menjelaskan dan menganalisis makna ritual suran bagi penganut aliran Purwa Ayu Mardi Utama (PAMU). Berdasarkan penelitian lapangan yang telah dilakukan, peneliti menemukan bahwasanya ritual suran pada aliran Purwa Ayu Mardi Utama dilaksanakan pada tanggal 1, 2 dan 3 bulan Muharram dengan melakukan acara grebek bumi sebelum malam tanggal 1 dan melakukan ritual-ritual pada setiap tanggal mulai dari tanggal 1, 2 dan 3. Adapun makna yang diyakini oleh penganut aliran Purwa Ayu Mardi Utama (PAMU) ini adalah sebuah ritual untuk membersihkan diri dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan selama setahun silam dan untuk tetap mengingatkan para penganut aliran untuk bersatu kembali dengan Tuhan. adapun makna dari ritual suran bagi para penganut aliran Purwa Ayu Mardi Utama (PAMU) ini berangkat dari perspektif masyarakat dalam mengartikan pusaka-pusaka dan hal-hal ghaib yang datang selama ritual.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Imaniari, Elytanietha201@gmail.comE92216048
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
UNSPECIFIEDRosidah, Feryani Umiferyani10@yahoo.co.id196902081996032003
UNSPECIFIEDArifin, Zainulzen.arifin56@gmail.com195602021990031001
Subjects: Budaya Islam
Kebudayaan Jawa
Agama > Agama dan Ilmu Pengetahuan
Keywords: Ritual Suran; Grebek Bumi; Makna; (PAMU).
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Studi Agama - Agama
Depositing User: Elyta Imaniari
Date Deposited: 18 Aug 2020 06:40
Last Modified: 18 Aug 2020 06:40
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/42679

Actions (login required)

View Item View Item