GERAKAN POLITIK SYIAH-SUNNI : STUDI KASUS KONFLIK KEPEMIMPINAN SYIAH-SUNNI DI DESA KARANG GAYAM DAN DESA BLU’URAN SAMPANG MADURA

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hodari, Hodari (2015) GERAKAN POLITIK SYIAH-SUNNI : STUDI KASUS KONFLIK KEPEMIMPINAN SYIAH-SUNNI DI DESA KARANG GAYAM DAN DESA BLU’URAN SAMPANG MADURA. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (238kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (267kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (614kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (440kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (349kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (423kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (198kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (359kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini mengeksplorasi tentang Gerakan Politik Syiah-Sunni di Desa Karang Gayam dan Desa Blu’uran Kecamatan Omben). Gerakan kepemimpinan politik Tajul Muluk dinaungi oleh IJABI, yang didirikan sebagai payung hukum untuk menaungi pengikut Ahlubait. Penyebaran Syiah di Desa Karang Gayam sudah melebar ke Desa tetangga (Blu’uran), Sehingga dalam waktu yang tidak lama telah menjadi pengikut Syiah dan murid dari Tajul Muluk yang setia
Di sini penulis mengkaji tiga persoalan dalam skripsi ini, yaitu: 1. Bagaimana Sejarah Perkembangan Gerakan Politik Syiah Tajul Muluk di Desa Karang Gayam. 2. Bagaimana Ajaran-Ajaran Pokok Gerakan Politik Syiah Tajul Muluk di Desa Karang Gayam. 3. Bagaimana Proses Ajaran Syiah Bermetamorfosis Menjadi Gerakan Politik di Desa Karang Gayam.
Dalam menjawab persoalan tersebut, dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun tentang metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi. Sedangkan teori yang dipakai adalah teori gerakan sosial, teori kepemimpinan, dan teori konflik.
Dari hasil penelitian ini, ditemukan bahwa: Pertama, Sejarah Perkembangan Gerakan Politik Syiah Tajul Muluk. Perkembangan gerakan Syi’ah berkembang hampir 400 orang mengikuti kepemimpinan kiai Tajul Muluk. Ia tidak pernah mau menerima amplop dari jemaahnya. Ia sering memberikan bantuan material kepada jemaahnya, Sehingga dalam waktu yang tidak lama, ratusan warga di Desa Karang Gayam dan di Blu’uran (desa tetangga) telah menjadi pengikut Syiah dan murid dari kiai Tajul Muluk yang setia. Kedua, Ajaran-Ajaran Pokok Gerakan Politik Syiah Tajul Muluk di Desa Karang Gayam. Tajul Muluk mempraktekkan ajarannya yang berbeda dengan Sunni, seperti rukun Iman, dan Islam yang berbeda, dan selama ini dimuliakan oleh muslim Sunni, sebaliknya menjadi objek hinaan dan penghujatan oleh Syiah, inilah yang membuka celah dan potensi untuk konflik kepemimpinan antar saudara. Ketiga, Proses Ajaran Syiah Bermetamorfosis Menjadi Gerakan. Dengan keberadaan IJABI di Kabupaten Sampang, yang diketuai oleh Tajul Muluk (Pemimpin Syiah), telah mendirikan Imamah di wilayah Sunni, sebagai kelompok yang minoritas, dengan cara bertaqiyyah (pura-pura) dengan tujuan untuk menempati suatu posisi kepemimpinan di daerah Sampang

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Slamet Muliono Redjosari
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hodari, HodariUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Politik > Politik Islam
Kepemimpinan
Keywords: Gerakan Politik; Syi'ah; Sunni
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Politik Islam
Depositing User: Editor : Rini Wahyuningsih------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 29 Jan 2016 07:13
Last Modified: 29 Jan 2016 07:13
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/4259

Actions (login required)

View Item View Item