BUNGA HUTANG PIUTANG DALAM FATWA MUI DAN NU : STUDI ATAS FLEKSIBILITAS FATWA DAN INSTRUMEN PERUBAHANNYA PERSPEKTIF YUSUF AL-QARADAWI

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ikhwanuddin, Mohammad (2015) BUNGA HUTANG PIUTANG DALAM FATWA MUI DAN NU : STUDI ATAS FLEKSIBILITAS FATWA DAN INSTRUMEN PERUBAHANNYA PERSPEKTIF YUSUF AL-QARADAWI. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (944kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (252kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (133kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (463kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (881kB) | Preview
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (887kB)
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (589kB)
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (258kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (408kB) | Preview

Abstract

Tesis ini adalah hasil penelitian kepustakaan untuk menjawab pertanyaan : bagaimana fatwa hutang piutang MUI dan NU?, bagaimana instrumen perubahan fatwa menurut Yusuf al-Qaradawi? Bagaimana analisis instrumen perubahan fatwa Yusuf al-Qaradawi diterapkan dalam fatwa hutang piutang MUI dan NU?. Data dikumpulkan melalui teknik studi dokumenter dan dianalisis dengan analisis interaktif.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa fatwa yang berkaitan dengan hutang piutang oleh MUI dan NU berisi status hukum haram atas prilaku hutang piutang melalui jasa keuangan bank dan koperasi. Sebagai jawaban hukum atas problematika kontemporer, fatwa hukum ini bersifat temporal dan bukan final. Fatwa MUI-NU terkait bungta hutang piutang memiliki fleksibilitas dan sangat memungkinkan berubah terlebih dilihat dengan teori fleksibilitas fatwa Yusuf al-Qaradawi yang berjumlah sepuluh instrumen perubahan fatwa.
Berkaitan dengan fleksibilitas fatwa hutang piutang MUI-NU, fatwa yang telah ditetapkan oleh MUI dan NU memiliki kecenderungan bisa berubah hukum karena telah ditemukan instrumen perubahannya, terutama tentang perubahan pengetahuan (taghayyur al-ma’lumat), perubahan pemikiran (taghayyur al-ra’y wa al-fikr) dan perubahan kebutuhan manusia (taghayyur hajat al-nas), seperti yang dikemukakan oleh Yusuf al-Qaradawi. Perubahan tersebut menjadi instrumen yang menjadikan fatwa memiliki fleksibilitas sangat tinggi.
Konsep fleksibilitas fatwa perlu digagas kembali untuk dijadikan diskursus para pakar hukum Islam, terlebih yang berada dalam organisasi keagamaan sehingga penelaahan fatwa yang pernah ditetapkan berintegral secara simultan dan kronologis dengan semangat menetapkan fatwa yang merespons problematika kehidupan. Penelaahan ini bukan dengan maksud menyalahkan atau memberikan kritik buta apalagi apatis terhadap fatwa, namun penelaahan fatwa dilakukan sebagai penelitian kembali (re-research) terhadap beberapa instrumen yang memungkinkan fatwa berubah. Prinsip akhir dalam penelaahan ini menjadi sangat penting, yakni agar fatwa bukan saja memiliki kebenaran istinbat namun juga mempunyai ketepatan dalam penerapannya

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: M. Ridlwan Nasir
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ikhwanuddin, MohammadUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Bank Islam
Hukum Islam > Utang Piutang
Dirasah Islamiyah
Uncontrolled Keywords: Bunga Hutang Piutang; Fatwa; Teori Perubahan; Fatwa Yusuf Al-Qaradawi
Divisions: Program Magister > Dirasah Islamiyah
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 29 Jan 2016 06:39
Last Modified: 03 Feb 2016 03:54
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/4232

Actions (login required)

View Item View Item