USIA DAN KARISMA PEMIMPIN AGAMA DALAM PERSPEKTIF AGAMA BUDDHA DAN ISLAM : STUDI KASUS TERHADAP MAHA PANDITA DI VIHARA BUDDHA KIRTI SURABAYA DAN KYAI DI PONDOK PESANTREN AL-MUNIROH UJUNGPANGKAH GRESIK

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Rohmah, Sa’idatur (2015) USIA DAN KARISMA PEMIMPIN AGAMA DALAM PERSPEKTIF AGAMA BUDDHA DAN ISLAM : STUDI KASUS TERHADAP MAHA PANDITA DI VIHARA BUDDHA KIRTI SURABAYA DAN KYAI DI PONDOK PESANTREN AL-MUNIROH UJUNGPANGKAH GRESIK. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (229kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (208kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (423kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (549kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (202kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (382kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (210kB) | Preview

Abstract

Menjadi pemimpin dengan begitu banyak tugas dan kewajiban mengharuskan pemimpin mempunyai usia yang matang dan berkarisma. Sebagaimana seorang pemimpin agama, misalnya Nabi Muhammad saw. Meskipun sudah dari kecil dipersiapkan untuk menjadi seorang Nabi terakhir namun di usia 40 tahun cucu dari Abdul Mutholib ini menerima wahyunya yang pertama. Usia 40 tahun jika ditinjau dari ilmu psikologi mempunyai perhatian yang lebih besar dibandingkan masa-masa sebelumnya.
Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk membahas mengenai “Usia dan Karisma Pemimpin Agama dalam Perspektif Agama Buddha dan Islam (studi kasus terhadap Maha Pandita di Vihara Buddha kirti Surabaya dan Kyai di pondok pesantren Al-Muniroh Ujungpangkah Gresik)”. Dengan tujuan penelitiannya yaitu: (1) Untuk menyelidiki pengaruh usia dan karisma terhadap kepemimpinan agama di Vihara Buddha Kirti Surabaya dan Pondok Pesantren Al-Muniroh Ujungpangkah Gresik. (2) Untuk menjelaskan persamaan dan perbedaan pola kepemimpinan agama Maha Pandita di Vihara Buddha Kirti Surabaya dan Kyai di Pondok Pesantren Al-Muniroh Ujungpangkah Gresik dari sudut pandang usia dan karisma.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan sumber data yang diperoleh berasal dari sumber data primer dan sumber data sekunder serta menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam melakukan analisis data peneliti menggunakan analisis indutif.
Peneliti kemudian menyimpulkan: pertama, usia tua bukanlah halangan seseorang dalam menjalani tugasnya menjadi seorang pemimpin agama. Dengan semakin bertambah usia itu akan semakin matang spiritualitasnya yang kemudian menjadikan karismanya semakin besar. Kedua, setiap pemimpin mempunyai persamaan dan perbedaan dalam kepemimpinan mereka tak terkecuali 2 pemimpin yang menjadi subyek penelitian ini. Dan perbedaan yang menonjol pada pemimpin tersebut terletak pada keturunan dan jenis kelamin.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Nasruddin
Creators:
CreatorsEmailNIM
Rohmah, Sa’idaturUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Islam
Perbandingan Agama
Perbandingan Agama
Keywords: Agama Budha; Vihara; Pesantren
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Perbandingan Agama
Depositing User: Editor : Rini Wahyuningsih------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 28 Jan 2016 07:17
Last Modified: 28 Jan 2016 07:17
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/4199

Actions (login required)

View Item View Item