Eksistensi pesantren Salafiyah: perubahan dan kesinambungan di Pondok Pesantren Langitan Tuban

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Al Hana, Rudy (2017) Eksistensi pesantren Salafiyah: perubahan dan kesinambungan di Pondok Pesantren Langitan Tuban. PhD thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Rudy Al Hana_F08312019.pdf

Download (4MB)

Abstract

Pesantren salafiyyah berada diantara dua pilihan; bertransformasi atau bertahan dengan identitas aslinya. Pesantren salafiyyah, yang memilih untuk bertransformasi, biasanya mengintegrasikan model pesantren dan pendidikan formal. Sedangkan pesantren salafiyyah, yang memilih mempertahankan identitas salafnya, pilihan utamanya ialah mengembangkan model-model kemandirian misalnya berbasis ekonomi, keuangan, dan lainnya. Penelitian ini, ingin menunjukkan bahwa, ada pondok pesantren yang memilih bertahan penuh, tapi minim transformasi atau pengembangan. Penelitian ini mengambil Pondok Pesantren Langitan, Tuban, sebagai lokus dan situs penelitian. Fokus penelitian ini yaitu; [1], bagaimana sistem pendidikan salafiyyah yang ada di Pondok Pesantren Langitan Tuban. [2], bagaimana proses transformasi yang dilakukan. [3], bagaimana PP. Langitan, Tuban, mempertahankan nilai-nilai salafiyyah nya. Sedangkan kerangka teori, penulis akan menggunakan; spatial theory (teori tentang ruang, tempat, dan waktu). Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif, antropologi sebagai pendekatannya, dan analisis konstruktivisme Miles digunakan di proses akhirnya. Penulis menyimpulkan bahwa, pertama, sistem pendidikan PP Langitan, Tuban, masih melanjutkan model klasik, yakni ma’hadiyyah dan madrasiyyah. Ma’hadiyah model pembelajarannya masih menggunakan model lama; sorogan, wetonan, bandongan dan halaqah. Sedangkan pada sistem madrasiyah (klasikal), sudah menggunakan kurikulum yang disusun sendiri; berbasis kitab kuning dan tematik berdasarkan pada grading kelas. Kedua, Transformasi kelembagaan PP Langitan, Tuban, tidak begitu tampak terlihat, terkecuali pada aspek-aspek yang tidak substantif. Jadi, mereka melakukan perubahan yang minimalis dan naturalistik. Minimalis, karena sangat sedikit. Naturalistik, karena sekedar mengikuti pertimbangan kyai dan kebutuhan para santri. Ketiga, upaya mempertahankan salafiyyah di PP Langitan, Tuban dilakukan secara komperhensif, dimulai dari adanya komitmen yang kuat untuk menjaga tradisi lama dan mengambil/mengadaptasi yang baru secara selektif, kekompakan dan kebersamaan yang ada di dalam kepemimpinan pesantren, pembudayaan salafiyyah bagi para santri yang memasuki teritori PP Langitan, Tuban; mulai dari awal hingga reinforcement di tengah-tengah proses pembelajaran, melakukan komunikan aktif dan efektif dengan para alumni dan masyarakat, hingga terkhir adalah membentengi kepercayaan masyarakat dengan membuktikan secara empiric bahwa Pondok Pesantren Langitan, Tuban, mampu mereproduksi ulama’ yang bisa bermanfaat bagi kehidupan nyata.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (PhD)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Al Hana, Rudyrudialhana@yahoo.co.idF08312019
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorNasir, M. Ridlwanm.ridlwannasir@gmail.com2017085003
Thesis advisorAsrohah, Hanunasrohah@yahoo.com2010046801
Subjects: Pendidikan Islam
Pendidikan Islam > Pendidikan Islam - Kurikulum
Pengabdian Masyarakat
Keywords: Transformasi; Salafiyyah; PP. Langitan; Tuban.
Divisions: Program Doktor > Dirasah Islamiyah
Depositing User: RUDY RUDY HUSNIYATUS
Date Deposited: 21 Jul 2020 04:11
Last Modified: 21 Jul 2020 09:00
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/41876

Actions (login required)

View Item View Item