Narasi Islam awal dan problem otentisitas Al Quran: telaah terhadap Pemikiran Fred Donner

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Saad, Mukhlisin (2017) Narasi Islam awal dan problem otentisitas Al Quran: telaah terhadap Pemikiran Fred Donner. Other thesis, UIN Sunan Ampel SUrabaya.

[img] Text
Mukhlisin Saad_Narasi Islam Awal dan problem otentisitas Al Quran.pdf

Download (5MB)
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/41779

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemikiran tokoh yang berkecimpung dalam kajian al- Qur'an, yaitu Fred Donner, seorang sejarawan yang penelitiannya banyak terkonsentrasi pada kajian sejarah Islam awal. Salah satu sumber rujukan utama dalam Islam, al- Qur'an sering mendapat tantangan dari para sarjana barat, khususnya dari mereka yang menamakan diri sebagai mazhab revisionis. Kelompok ini memiliki diktum yang ketat dalam melihat sejarah, yaitu tidak akan menggunakan bahan-bahan sejarah yang tidak semasa dengan objek yang ditelitinya. Menurut mazhab ini pula, al-Qur'an menjadi korpus yang lengkap dan terakhir dua atau tiga abad setelah nabi Muhammad. Tentu, konsep ini menuai kontroversi. Dan Fred Donner adalah salah satu orientalis yang menolak gagasan tetsebut dengan argument-argumen akademik. Dengan menggunakan analisis konten, dan komparasi pendekatan ulumul Qur'an dan kajian sejarah kritis, penelitian ini menemukan, pertama: metodologi Fred Donner dibangun pada kajian komparasi antara al-Qur'an dan korpus-korpus yang muncul pada masa sekitar dua abad setelah nabi Muhammad. Di antara sumber keislaman yang menjadi objek kajiannya adalah hadis dan sirah nabawi (sejarah kenabian). Dalam melakukan uji komparasi, Fred Donner menemukan materi yang ada dalam hadis berbeda signifikan dengan materi yang ada dalam al-Qur'an. Hadis memiliki ciri khas yang detail dalam memberitakan tentang suksesi kepemimpinan. Di sisi lain, hadis juga lebih banyak berbicara tentang kepemimpinan. Terminologi-terminologi kepemimpinan seperti khilafah, imam, wazir, sultan sangat banyak disebut dalam hadis dengan intonasi yang mengarah pada suksesi kepemimpinan. Berbeda dengan hadis, al-Qur'an sangat bersikap diam (diam) terhadap isu kepemimpinan tersebut. Selain itu, hadis dalam menjelaskan nama-nama sahabat terjawab secara jelas dengan menyebut nama-nama sahabat. Berbeda dengan al-Qur'an yang hampir tidak menyebut nama-nama sahabatnya. Nama-nama yang ini "disembunyikan" dengan menggunakan "dhamir" (kata ganti) atau khitab (objek pembicaraan) yang samar. Kedua argumentasi ini dijadikan bukti oleh Donner al-Qur'an itu muncul lebih parah dari hadis. Dan bisa dipastikan juga al-Qur'an menjadi sebuah korpus yang terakhir (tetap) pada masa Nabi Muhammad masih hidup. Kedua, argumentasi yang diajukan oleh Fred Donner dengan metode komparasi dengan hadis ini berimplikasi pada sebuah ide hadis muncul. Karena materi hadis cenderung menjabarkan polemik yang terjadi pada masa setelah nabi wafat.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Other)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Saad, Mukhlisinmukhlisin.saad@yahoo.com2028096101
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorNasir, M. Ridlwanm.ridlwannasir@gmail.com2017085003
Subjects: Islam dan Ilmu Pengetahuan
Pemikiran
Keywords: Fred Donner; Islam awal; revisionis, al Quran
Divisions: Karya Ilmiah > Laporan Penelitian
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 11 Jul 2020 05:43
Last Modified: 11 Jul 2020 05:43
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/41779

Actions (login required)

View Item View Item