PEMBERDAYAAN PETANI CABE MERAH DALAM MEMBEBASKAN BELENGGU DARI PABRIK DI DESA SEMBUNGLOR KECAMATAN BAURENO KABUPATEN BOJONEGORO

Maghfiroh, Luluk (2014) PEMBERDAYAAN PETANI CABE MERAH DALAM MEMBEBASKAN BELENGGU DARI PABRIK DI DESA SEMBUNGLOR KECAMATAN BAURENO KABUPATEN BOJONEGORO. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (843kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar isi.pdf

Download (180kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (182kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (395kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (522kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (360kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 6.pdf

Download (143kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 7.pdf

Download (95kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar pustaka.pdf

Download (84kB) | Preview

Abstract

Meskipun ada beberapa persoalan dalam skripsi ini, namun yang menjadi focus ada dua yaitu: (1) Bagaimana pola pendampingan petani cabe dalam menghadapi belenggu pabrik. (2) Bagaimana pola membangun partisipasi Petani cabe di Desa Sembunglor dalam proses aksi bersama untuk perubahan sosial. Adapun tujuan riset ini adalah untuk melepas keterbelengguan petani cabe di Desa Sembunglor dari pabrik, dan untuk mengetahui pemberdayaan petani cabe , dalam proses aksi bersama untuk perubahan sosial.
Untuk mengungkap persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam, dalam penelitian digunakanlah metode partisipasif. Proses pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Dengan langkah-langkah proses pemecahan masalah antara lain : Riset pendahuluan, inkulturasi, merumuskan masalah, merancang strategi, pengorganisasian masyarakat, melancarkan aksi, evaluasi dan refleksi.
Problem sosial yang terjadi pada petani cabe di Desa Sembunglor terletak pada ketidakberdayaan petani cabe dalam penjualan cabe yang terikat oleh pabrik. Belum ada usaha untuk melepas belenggu tersebut, karena petani merasa sangat susah untuk memsasarkan hasil panennya tersebut.
Untuk keluar dari problem sosial tersebut, peneliti mengadakan musyawarah bersama petani cabe, maupun dengan warga Desa Sembunglor untuk membentuk kelompok tani khusus cabe dan menghidupkan lagi koperasi yang sudah lama tidak berfungsi. Serta menyadarkan mereka untuk melakukan perubahan dari segi perekonomian supaya tidak tergoda dengan iming-iming dari pabrik yang sebenarnya menjerat mereka.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Munir Mansyur
Uncontrolled Keywords: Petani Cabe; Pabrik; Pemberdayaan
Subjects: Dakwah > Pengembangan Masyarakat
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 09 Feb 2015 03:26
Last Modified: 09 Feb 2015 03:26
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/416

Actions (login required)

View Item View Item