TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PUTUSAN NOMOR: 0151/Pdt.G/2014/PA.Mlg TENTANG PENYERAHAN HAK HADANAH ANAK BELUM MUMAYYIZ KEPADA AYAH KANDUNG PASCA PERCERAIAN

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Zakky, Gufran (2015) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PUTUSAN NOMOR: 0151/Pdt.G/2014/PA.Mlg TENTANG PENYERAHAN HAK HADANAH ANAK BELUM MUMAYYIZ KEPADA AYAH KANDUNG PASCA PERCERAIAN. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (236kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (142kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (148kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (148kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (629kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (435kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (339kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (534kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (173kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (306kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul ‚Tinjauan Hukum Islam Terhadap Putusan Nomor: 0151/Pdt.G/2014/PA.Mlg Tentang Penyerahan Hak Hadanah Anak Belum Mumayyiz Kepada Ayah Kandung Pasca Perceraian‛. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan bagaimana pertimbangan dan dasar hukum putusan Nomor: 0151/Pdt.G/2014/PA.Mlg tentang penyerahan hak hadanah anak belum mumayyiz kepada ayah kandung pasca perceraian dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap putusan Nomor: 0151/Pdt.G/2014/PA.Mlg.
Penelitian ini merupakan hasil penelitian lapangan di Pengadilan Agama Malang. Data penelitian ini dihimpun dari berkas putusan dan wawancara dengan hakim Pengadilan Agama Malang, yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif dan pola pikir deduktif.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Pertama, Pengadilan Agama Malang menolak gugatan penggugat (ibu) sebagai pemegang hadanah dan menyerahkan hak hadanah kepada tergugat (ayah) karena penggugat terbukti meninggalkan anaknya yang masih berumur 2 bulan sampai si anak berumur 6 tahun dan sejak itu anak tersebut dipelihara, dirawat, disekolahkan dan tinggal bersama tergugat, selain itu penggugat selaku ibu dinilai sudah tidak memenuhi syarat sebagaimana disebutkan dalam Kitab Kifayatul Akhyar Juz II Halaman 94, dalam Kitab tersebut dijelaskan syarat bagi orang yang akan melaksanakan tugas hadanah (memelihara anak) ada 7 (tujuh) macam: berakal sehat, merdeka, beragama Islam, memelihara kehormatan, amanah, tinggal di daerah tertentu dan tidak bersuami baru. Apabila kurang satu di antara syarat yang tujuh tersebut, maka gugurlah hak hadanah bagi si ibu. Kedua, dalam Hukum Islam telah diatur mengenai siapa yang berhak dalam mengasuh anak apabila terjadi perceraian. Pada dasarnya kedua orang tua berhak untuk mengasuh anaknya, tetapi yang paling berhak mengasuh anak apabila terjadi perceraian adalah ibu. Hak seorang ibu itu bisa hilang apabila seorang hadin (orang yang mengasuh) tidak dapat memenuhi persyaratan sebagai seorang hadin sehingga pengasuhan itu dapat berpindah kekerabat yang lebih dekat yaitu ayah. Dalam kasus ini hakim menyerahkan hak hadanah kepada ayahnya karena ibu tidak memenuhi syarat untuk melakukan hadanah, ibu dianggap sudah tidak amanah. Jadi putusan hakim yang menyerahkan hak hadanah anak yang belum mumayyiz kepada tergugat (ayah) telah sesuai dengan hukum Islam.
Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka kepada setiap mahasiswa yang kelak menjadi orang tua dan akan melakukan hadanah, apabila terjadi perceraian dalam keluarganya hendaknya tidak saling berebut dalam mengasuh anak, karena yang lebih dikedepankan adalah kepentingan anak bukan ambisi dari salah satu atau kedua belah pihak.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: M. Lathoif Ghozali
Creators:
CreatorsEmailNIM
Zakky, GufranUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Broken Home
Cerai Gugat
Talak
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; Putusan Nomor: 0151/Pdt.G/2014/PA.Mlg; Penyerahan Hak Hadanah Anak Belum Mumayyiz Kepada Ayah Kandung Pasca Perceraian
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Mr. Supriyatno Hary
Date Deposited: 28 Jan 2016 01:36
Last Modified: 28 Jan 2016 01:36
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/4139

Actions (login required)

View Item View Item