Hukum tradisi perhitungan Weton (hari kelahiran dengan pasarannya) dalam perkawinan di Desa Primpen Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan menurut Tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Lamongan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Aenni, Lutfi Nur (2020) Hukum tradisi perhitungan Weton (hari kelahiran dengan pasarannya) dalam perkawinan di Desa Primpen Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan menurut Tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Lamongan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Lutfi Nur Aenni_C96216033.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian dengan judul “Hukum Tradisi Perhitungan Weton (Hari Kelahiran Dengan Pasarannya) Dalam Perkawinan di Desa Primpen Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan Menurut Tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Lamongan” adalah penelitian yang menjawab dua rumusan masalah yaitu: 1. Bagaimana praktik tradisi perhitungan weton (hari kelahiran dengan pasarannya) dalam perkawinan di Desa Primpen, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan perspektif ‘urf ?, dan 2. Apa persamaan dan perbedaan pandangan Tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Lamongan tentang hukum tradisi perhitungan weton (hari kelahiran dengan pasarannya) dalam perkawinan di Desa Primpen, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan (field research) yaitu peneliti harus turun langsung ke lapangan dan terlibat dengan masyarakat setempat. Data penelitian ini dihasilkan melalui wawancara. Selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis komparatif yaitu dengan mengumpulkan semua data dari seluruh informan berdasarkan variabel untuk menentukan adanya persamaan dan perbedaan. Penggunaan teknik ini mencakup semua data yang diperoleh dari tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang berisi dari segi hukum, dasar hukum dan metode istinbat yang digunakan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi perhitungan weton dalam perkawinan di desa Primpen merupakan tradisi yang terus dilakukan dan harus dilakukan sebelum acara perkawinan berlangsung yaitu sebelum lamaran (khitbah). Perhitungan weton dimaksudkan untuk mengetahui kecocokan antara calon suami dan istri. Ditinjau dari ‘urf berdasarkan objeknya, termasuk dalam kategori ‘urf amali, dari segi cakupan termasuk dalam kategori ‘urf ‘amm sekaligus ‘urf khas, dan dari segi keabsahanan termauk dalam kategori ‘urf sahih sekaligus ‘urf fasid. Persamaan antara pandangan tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Lamongan yaitu sama-sama tidak diperbolehkan bila tradisi perhitungan weton dilakukan atas dasar niat menyekutukan Allah Swt. Perbedaan antara pendapat tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Lamongan yaitu semua tokoh Nahdlatul Ulama sepakat bahwa tradisi perhitungan weton boleh dilakukan selama tidak niat menyekutukan Allah Swt dan tidak bersuuzon kepada-Nya artinya kita sebagai manusia seharusnya sealu berhusnuzon kepada Allah Swt, sedangkan semua tokoh Muhammadiyah sepakat bahwa tradisi perhitungan weton tidak boleh dilakukan karena terdapat unsur syirik atau menyekutukan Allah Swt dan menyulitkan bagi umat. Saran untuk seluruh masyarakat bahwa dalam melakukan hal apapun untuk tidak melanggar shariat Islam dan khususnya untuk masyarakat desa Primpen agar melakukan tradisi perhitungan weton tersebut tidak dijadikan patokan utama dalam perkawinan, akan tetapi yang utama yaitu cinta dan komitmen, meskipun tradisi tersebut belum ada dalil yang melarangnya secara tegas.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Aenni, Lutfi Nurnurlutfi216@gmail.comC96216033
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorHaq, A. Faishalfaishalhaq50@gmail.com2020055001
Subjects: Tradisi Islam
Uncontrolled Keywords: Tradisi perhitungan Weton; hari kelahiran; pasaran; perkawinan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab
Depositing User: Lutfi Nur Aenni
Date Deposited: 18 Mar 2020 03:45
Last Modified: 18 Mar 2020 03:45
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/39380

Actions (login required)

View Item View Item