Deradikalisasi Paham Keislaman Indonesia di kalangan pemuda melalui Sistem Keaswajaan Gerakan Pemuda Ansor

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Rofi'i, Moch. (2019) Deradikalisasi Paham Keislaman Indonesia di kalangan pemuda melalui Sistem Keaswajaan Gerakan Pemuda Ansor. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Moch. Rofi'i_F52917017.pdf

Download (7MB)

Abstract

Gerakaan Pemuda Ansor merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ansor selalu mengajarkan kepada kader beraswaja bukan sebagai madzhab artinya seluruh penganut Ahlussunnah Wal Jama’ah menggunakan produk hukum atau pandangan para ulama tertentu. Pengertian ini dipandang sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman, mengingat perkembangan situasi yang berjalan dengan sangat cepat dan membutuhkan inovasi baru untuk menghadapinya. Selain itu, pertanyaan epistemologis terhadap pengertian itu adalah bagaimana mungkin terdapat madzhab dalam madzhab. Pokok-pokok ajaran Ahlussunah wal jama’ah, yaitu kesatuan antara aqidah, syariah dan tasawuf akan menempatkan manusia pada kedudukan dan derajat yang sempurna di mata Allah. Aspek syariah ini biasanya dikenal dengan amalan lahiriyah yang lebih banyak berkaitan dengan soal akal, sedangkan yang lebih sempurna berkaitan dengan hal batiniah dengan menggabungkan dua aspek tersebut yang kemudian pada akhirnya akan mencapai cita-cita Islam yang sangat tinggi. Dengan prinsip-prinsip aswaja, maka tidak ada doktrin negara Islam, formalisasi syari’at Islam, dan khilafah Islamiyah bagi Ahlussunah wal Jama’ah. Sebagaimana juga tidak didapati perintah dalam Al-Quran, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas untuk mendirikan salah satu di antara ketiganya. Islam hanya diharuskan untuk menjamin agar sebuah pemerintahan baik negara maupun kerajaan. Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 merupakan final di Indonesia. Faham radikalisme sudah memasuki ranah pemuda, mulai lingkungan pelajar hingga perguruan tinggi dan pemuda. Mereka para kelompok atau individu pemuda ini belum punya dasar, gerakan awal mereka adalah kelompok pelajar dan kelompok mahasiswa, pemuda yang gampang dipengaruhi. Perguruan tinggi terutama perguruan tinggi negeri, dengan memberikan faham radikalisme ilmu agama kepada mereka, ilmu agama yang ekstrem, Islam yang ekstrem, Islam yang keras, dan Islam yang tidak toleran, ilmu agama yang tidak didasari oleh sebuah konsep yang sudah matang, dan belum juga ada ilmu agama yang mendasar yang di fahami secara global bukan secara tafsir yang merinci, pada akhirnya banyak pengikut, pengikut tersebut adalah pemuda yang masih awam terkait agama islam yang mendasar, Sebagai bukti kemarin bom bunuh diri itu dilakukan oleh anak yang masih SMA dan itu sudah di lakukan brainstorming.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Rofi'i, Moch.Rofii.boenawi99@gmail.comF52917017
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorJunaidy, Abdul Basithbasithjunaidy71@gmail.com2021107101
Subjects: Pemuda Islam
Radikal dan Radikalisme
Divisions: Program Magister > Dirasah Islamiyah
Depositing User: moch rofi'i
Date Deposited: 16 Mar 2020 06:54
Last Modified: 16 Mar 2020 06:54
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/39365

Actions (login required)

View Item View Item