Analisis hukum Islam dan KUH Perdata terhadap jual beli Cabe sistem Tebasan di Desa Bluri Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Aprilia, Shofiyya Eka (2019) Analisis hukum Islam dan KUH Perdata terhadap jual beli Cabe sistem Tebasan di Desa Bluri Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Shofiyya Eka Aprilia_C92216202.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan yang berjudul “Analisis Hukum Islam Terhadap Wanprestasi Jual Beli Cabe Sistem Tebasan di Desa Bluri Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan untuk menjawab rumusan masalah: Bagaimana praktek jual beli cabe sistem tebasan di Desa Bluri Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan? Dan bagaimana analisis hukum islam terhadap jual beli cabe sistem tebasan di Desa Bluri Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan? Data penelitian ini diperoleh dari wawancara dengan subyek penelitian, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan metode deskriptif dan kesimpulannya diambil melalui logika induktif. Hasil penelitian ini menyimpulkan dua hal, yang pertama bahwa Jual beli cabe sistem tebasan di Desa Bluri Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan ini dilakukan antara petani dan penebas ketika cabe masih dalam kedaan berbunga dan masih berada di ladang milik petani dan dengan menggunakan sistem panjar yang sisa pembayaran dibayar ketika musim panen, namun pada saat pelunasan ternyata ada penebas yang melakukan wanprestasi dengan alasan mengalami kerugian. Upaya yang ditempuh ada yang membuat perjanjian baru dengan pengurangan pembayaran atau memberikan tambahan waktu kepada penebas untuk melunasi sisa uang pembayarannya. Yang kedua bahwa jual cabe sistem tebasan ini hukum asalnya tidak sah karena barang yang diperjualkan tidak terpenuhi syarat-syaratnya dalam hukum jual beli. Namun jual beli cabe sistem tebasan ini termasuk jual beli secara jizaf yang diperbolehkan menurut pendapat Madzhab Malikiyah apabila telah memenuhi syarat-syaratnya. Dan dalam hal ini pihak penebas dapat dikatakan telah melakukan wanprestasi karena tidak tidak melunasi sisa pembayaran uang panjar sesuai dengan perjanjian di awal transaksi. Dari kesimpulan diatas maka disarankan Petani dan penebas dalam jual beli cabe sistem tebasan ini sebaiknya melakukan membayar secara lunas diawal transaksi agar terhindar dari resiko wanprestasi yang kemungkinan bisa terjadi di kemudian hari serta dalam melakukan kesepakatan jual beli cabe sistem tebasan ini apabila menggunakan uang panjar sebaiknya dilakukan dengan menggunakan perjanjian tertulis sebagai antisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Aprilia, Shofiyya Ekashofiyyaekaa@gmail.comC92216202
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRomdlon, M.--2029126201
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Jual Beli
Keywords: Jual beli; Cabe; sistem Tebasan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Shofiyya Eka Aprilia
Date Deposited: 11 Mar 2020 01:44
Last Modified: 11 Mar 2020 01:44
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/39309

Actions (login required)

View Item View Item